Mudah-mudah bermanfaat dan menjadikan kita semakin mencintai Nabi Muhammad, Rasulullah saw. Allah huma shali ala Muhammad wa ala ali Muhammad.
Dahulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, setelah berjalan kaki cukup jauh. Usai jualan, ia pergi ke masjid Agung di kota itu. Ia berwudhu, masuk masjid, dan melakukan salat Zhuhur. Setelah membaca wirid sekedarnya, ia keluar masjid dan membungkuk-bungkuk di halaman masjid. Ia mengumpulkan dedaunan yang berceceran di halaman masjid. Selembar demi selembar dikaisnya. Tidak satu lembar pun ia lewatkan. Tentu saja agak lama ia membersihkan halaman masjid dengan cara itu. Padahal matahari Madura di siang hari sungguh menyengat. Keringatnya membasahi seluruh tubuhnya. Banyak pengunjung masjid jatuh iba kepadanya.
Pada suatu hari Takmir masjid memutuskan untuk membersihkan dedaunan itu sebelum perempuan tua itu datang. Pada hari itu, ia datang dan langsung masuk masjid. Usai salat, ketika ia ingin melakukan pekerjaan rutinnya, ia terkejut. Tidak ada satu pun daun terserak di situ. Ia kembali lagi ke masjid dan menangis dengan keras. Ia mempertanyakan mengapa daun-daun itu sudah disapukan sebelum kedatangannya. Orang-orang menjelaskan bahwa mereka kasihan kepadanya. "Jika kalian kasihan kepadaku," kata nenek itu, "Berikan kesempatan kepadaku untuk membersihkannya."
Singkat cerita, nenek itu dibiarkan mengumpulkan dedaunan itu seperti biasa. Seorang kiai terhormat diminta untuk menanyakan kepada perempuan itu mengapa ia begitu bersemangat membersihkan dedaunan itu. Perempuan tua itu mau menjelaskan sebabnya dengan dua syarat: pertama, hanya Kiai yang mendengarkan rahasianya; kedua, rahasia itu tidak boleh disebarkan ketika ia masih hidup. Sekarang ia sudah meniggal dunia, dan Anda dapat mendengarkan rahasia itu.
"Saya ini perempuan bodoh, pak Kiai," tuturnya. "Saya tahu amal-amal saya yang kecil itu mungkin juga tidak benar saya jalankan. Saya tidak mungkin selamat pada hari akhirat tanpa syafaat Kanjeng Nabi Muhammad. Setiap kali saya mengambil selembar daun, saya ucapkan satu salawat kepada Rasulullah. Kelak jika saya mati, saya ingin Kanjeng Nabi menjemput saya. Biarlah semua daun itu bersaksi bahwa saya membacakan salawat kepadanya."
Kisah ini saya dengar dari Kiai Madura, D. Zawawi Imran, membuat bulu kuduk saya merinding. Perempuan tua dari kampung itu bukan saja mengungkapkan cinta Rasul dalam bentuknya yang tulus. Ia juga menunjukkan kerendahan hati, kehinaan diri, dan keterbatasan amal dihadapan Allah SWT. Lebih dari itu, ia juga memiliki kesadaran spiritual yang luhur: Ia tidak dapat mengandalkan amalnya. Ia sangat bergantung pada rahmat Allah. Dan siapa lagi yang menjadi rahmat semua alam selain Rasulullah saw?
Diketik ulang dari buku "Rindu Rosul", karangan Jalaluddin Rakhmat, penerbit Rosda Bandung, hal 31-33.
Cetakan pertama September 2001.
wassalam
Sabtu, Juli 07, 2007
Kesaksian Selembar BULU!!!!!
Konon di Hari Pembalasan kelak, ada seorang hamba Allah sedang di adili. Ia dituduh bersalah, menyia-nyiakan umurnya di dunia untuk berbuat maksiat. Tetapi ia bersikeras membantah. "Tidak". Demi langit dan bumi sungguh tidak benar. Saya tidak melakukan semua itu.Tetapi saksi-saksi mengatakan engkau betul-betul telah menjerumuskan dirimu sendiri ke dalam dosa," jawab malaikat. Orang itu menoleh ke kiri dan ke kanan, lalu ke segenap penjuru. Tetapi anehnya, ia tidak menjumpai seorang saksi pun yg sedang berdiri. Di situ hanya ada dia sendirian. Makanya ia pun menyanggah, "Manakah saksi-saksi yg kau maksudkan? Di sini tdk ada siapa kecuali aku dan suaramu. "Inilah saksi-saksi itu," ujar malaikat. Tiba-tiba mata angkat bicara, "Saya yg memandangi." Disusul oleh telinga, "Saya yg mendengarkan." Hidung pun tidak ketinggalan, "Saya yang mencium." Bibir mengaku, "Saya yang merayu", Lidah menambah, "Saya yang mengisap." Tangan meneruskan, "Saya yang meraba dan meremas." Kaki menyusul, "Saya yang dipakai lari ketika ketahuan". Nah kalau kubiarkan, seluruh anggota tubuhmu akan memberikan kesaksian tentang perbuatan aibmu itu", ucap malaikat. Orang tersebut tidak dapat membuka sanggahannya lagi. Ia putus asa dan amat berduka, sebab sebentar lagi bakal dijebloskan ke dalam jahanam. Padahal,rasa-rasanya ia telah terbebas dari tuduhan dosa itu. Tatkala ia sedang dilanda kesedihan itu, sekonyong-konyong terdengar suara yg amat lembut dari selembar bulu matanya: "Saya pun ingin juga mengangkat sumpah sebagai saksi." , "Silakan", kata malaikat. "Terus terang saja, menjelang ajalnya, pada suatu tengah malam yg lengang, aku pernah dibasahinya dengan air mata ketika ia sedang menangis menyesali perbuatan buruknya. Bukankah nabinya pernah berjanji, bahwa apabila ada seorang hamba kemudian bertobat, walaupunselembar bulu matanya saja yg terbasahi air matanya, namun sudah diharamkan dirinya dari ancaman api neraka? Maka saya, selembar bulu matanya, berani tampil sebagai saksi bahwa ia telah melakukan tobat sampai membasahi saya dengan air mata penyesalan." Konon, dengan kesaksian selembar bulu mata itu, orang tersebut di bebaskan dari neraka dan diantarkan ke surga. Sampai terdengar suara bergaung kepada para penghuni surga: "Lihatlah, Hamba Tuhan ini masuk surga karena pertolongan selembar bulu mata."
Benci berubah Cinta
Assalamu'alaikum wr.wb
NAMA SAYA ISELYUS UDA ISTRI SAYA MARIA JUANA LIMA BELAS TAHUN SAYA MENJADI PENGINJIL DIKALIMANTAN TENGAH SAMPAI AKHIRNYA SAYA BERTEMU DENGAN SEORANG LAKI-LAKI DALAM MIMPI. BENARKAH IA RASUL YANG TERPUJI ?
Tidak pernah terbayang saya akan bisa menginjakkan kaki di negeri yang dirindukan Umat Islam itu. Bahkan tak pernah terpikir saya akan memeluk agama yang tadinya saya benci itu. Sebab, sejak kecil saya dan istri saya biasa hidup di lingkungan adat yang sama sekali bertentangan dengan ajaran Islam. Memang, di dalam masyarakat Dayak terdapat beberapa anak suku, yaitu Kenyah, Iban, Kayan, Bahau dan sejumlah kelompok kecil yang tersebar hampir di seluruh Kalimantan termasuk Sabah dan Serawak di wilayah Malaysia Timur. Namun akar budaya dan kepercayaan kami nyaris tidak berbeda. Dulu suku Dayak dikenal sebagai pengayau tengkorak manusia. Cerita itu bukan dongeng semata. Memburu kepala musuh, baik sesama suku Dayak maupun suku lain, merupakan pilar utama budaya dan kepercayaan kami lantaran kepala yang baru dipenggal sangat penting bagi terciptanya kesejahteraan seisi kampung, sementara tengkorak lama makin luntur kekuatan magisnya. Untuk itu dibutuhkan perburuan terus menerus yang menyebabkan sering terjadinya peperangan, baik antar suku ataupun dengan masyarakat luar.
Jasa Penginjil
Sebetulnya agama Islam sudah tersiar dari Tanah Dayak sejak abad ke-15, terutama di Kutai dalam wilayah kerajaan Hindu Mulawarman yang kini termasuk Provinsi Kalimantan Timur. Namun masyarakat Dayak tidak tertarik untuk menganut agama Islam karena kami dilarang berternak babi atau berburu celeng dan memakan dagingnya. Islam juga tidak membolehkan umatnya memelihara anjing. Padahal, babi dan anjing sudah menyatu dengan kehidupan kami dan tidak mungkin terpisahkan dari upacara adat dan ritus-ritus nenek moyang. Tak seorang pun penganjur Islam yang pernah memberi tahu bahwa ada keringanan-keringanan yang tidak terlalu keras menajiskan anjing dan babi, serta tidak terlalu memaksa seseorang yang baru membaca syahadat agar segera dikhitan. Seakan-akan keringanan itu sengaja disembunyikan. Yang kami ketahui, kalau memeluk agama Islam kami harus berpisah dari adat-istiadat dan kebiasaan lama. Sedikit saja menyimpang dan tetap melaksanakan tradisi para orang tua, kabarnya kami akan dituduh musryik dan wajib masuk neraka (?!? -pen). Bukankah itu sungguh menyakitkan dan mengerikan ? Berbeda dengak sikap para penginjil, baik dari kalangan agama Katolik maupun Protestan. Sesudah Perang Dunia berakhir mereka datang berduyun-duyun membawa hadiah, ilmu dan pengetahuan baru yang dapat mengubah cara hidup kami tanpa mengharu biru adat istiadat dan upacara ritual nenek moyang. ke kawasan-kawasan terpencil. Perang antar suku tidak pernah terjadi lagi berkat jerih payah mereka. Kebiasaan mengayau kepala manusia sudah lama kami tinggalkan, juga agama asli. Dan hal itu terjadi tanpa memunahkan upacara adat yang oleh gereja tidak dilarang untuk dilakukan. Sungguh mereka banyak berbuat untuk suku dayak, termasuk saya dan seluruh keluarga saya, yang sebagai pengikut Yesus dan Bunda Maria, segala kebutuhan hidup kami selalu dipenuhi. Oleh karena itu, untuk menanggung delapan orang anak dan seorang istri saya tidak pernah mengeluh walaupun selama lima belas tahun saya sepenuhnya hanya mengabdi kepada agama Katolik selaku penginjil. Sudah tak terhitung banyaknya penduduk yang dapat saya ajak masuk gereja. Apalagi sejak saya dianugerahi amanat memimpin umat Katolik di desa Bangkal oleh gereja Sampit. Makin menggebu-gebu semangat saya untuk mengibarkan panji-panji sang juru selamat dan menegakkan palang salib di berbagai penjuru. Saya tanamkan iman Kristiani kepada masyarakat kecamatan Danau Sembuluh tanpa pandang bulu. Malah cita-cita saya tidak saja menasranikan rakyat Sampit, ibu kota Kabupaten Kotawaringin timur, melainkan seluruh pelosok Provinsi Kalimantan Tengah.
Mimpi Yang Menakjubkan
Tiga tahun saya menerbangkan ayat-ayat Injil di mimbar gereja dan di berbagai persekutuan doa di desa Bangkal dan desa-desa lainnya. Kemudian saya dipercayai pula untuk mengumandangkan misi gereja di kecamatan Cempaga sejak tahun 1978. Berkat kegigihan saya, hingga hampir segenap waktu saya tersita oleh kegiatan pelayanan rohani, saya berhasil mengajak umat dan berbagai pihak untuk bersama-sama membangun gereja yang besarnya lumayan, lengkap dengan asramanya. Dua tahun saya mengucurkan keringat, memeras tenaga dan pikiran demi kejayaan agama Katolik melalui gereja yang saya dirikan itu. Sungguh bangga hati saya, sungguh mantap kaki saya. Namun di balik kepuasan batin itu ada sesuatu yang terngiang-ngiang jauh di dasar sanubari saya. Entah mengapa dan dari mana datangnya tuntutan itu tidak pernah terungkap sama sekali, yaitu tanda tanya yang tak mampu saya menjawabnya meskipun telah saya gali lewat firman-firman suci. Apakah betul yang saya tempuh berasal dari Tuhan ? Tidak kelirukah saya menyerahkan diri bulat-bulat dalam keyakinan itu ? Kebimbangan tersebut betul-betul sangat menyiksa hidup saya dan senantiasa mengusik ketentraman batin saya. Seolah-olah ada sebuah lubang pada diri saya yang tidak mampu saya tutupi, malah saya rasa makin lama makin dalam dan lebar. " Ya Tuhan, kalau Engkau Maha Kuasa dan Maha Penyayang, tunjukkanlah kebenaran yang sempurna," demikian ratap saya tiap malam tatkala suasana sedang lengang dan kesunyian sedang mencekam sambil saya genggam rosario (kalung salib-pen) erat-erat. Saya menggapai-gapai bagaikan hampir tenggelam di tengah-tengah samudera kehampaan. Saya berteriak nyaring di tengah gurun kesunyian. Saya merasa ditinggalkan sendirian dalam sebuah lorong gelap dan pengap setelah seberkas cahaya yang tadinya saya jadikan pedoman kian buram dan hampir padam. Saya merindukan sinar terang yang tidak menipu saya dengan bercak-bercak fatamorgana. Saya mendambakan jalan lurus menuju haribaan Tuhan yang Sejati dan Hakiki. Tiba-tiba, pada suatu malam menjelang akhir Oktober 1980, ketika kesibukan untuk mengabarkan Injil dan menawarkan kerajaan surga tengah mencapai puncaknya, saya didatangi mimpi yang sangat aneh. Seorang lelaki berjenggot rapi mengunjungi saya antara tidur dan jaga. Pundak saya ditepuk dan tangan kanan saya ditariknya, saya menoleh. Betapa takjub saya melihat sosok manusia yang begitu tampan dalam usia bayanya. Berpakaian serba putih dengan rambut berombak tertutup selembar kain halus yang juga berwarna putih, Ia tampak sangat agung dan anggun. Saya merasa damai oleh sentuhan pandang dan senyumnya. Dituntunnya saya menjelajahi hamparan tanah yang tandus menuju sebuah gurun pasir yang luas dan gersang. Anehnya, meskipun matahari terik membakar, saya justru terlena oleh kesejukan yang indah dan menawan. Seolah gumpalan awan besar menaungi kami berdua. Ketika tiba ditempat tujuan, entah dimana saya tidak tahu, ia mempersilahkan saya masuk kesuatu kawasan yang asing dan sakral. Saya lihat ribuan manusia berselimut putih-putih bergerak bak busa ombak mengelilingi sebuah bangunan hitam berbentuk kubus menjulang ke atas membelah langit sambil berlari-lari kecil. Diantara mereka ada yang sedang bersujud dengan khusuk, banyak pula yang berebutan mengecup batu hitam kebiruan yang menempel di dinding kubus itu. Begitu saya datang, kerumunan manusia tadi menyibakkan diri dan memberikan kesempatan kepada saya untuk memeluk dan mencium batu berkilat itu sepuas hati. Amboi, alangkah harumnya, alangkah tenteramnya. Setelah itu Ia mengarak saya bersama gemawan ke tempat lain yang pemandangannya amat berbeda, tetapi suasanannya sama, penuh keagungan. Saya bertanya, " Bangunan apa yang teduh ini ?" Ia menjawab, " Ini yang dinamakan Masjid Nabawi." Sebagai penginjil saya pernah mengenal istilah itu, sebab mempelajari agama-agama lain adalah modal untuk membeberkan kebenaran kami dan membongkar kelemahan mereka. Oleh karena itu saya terkejut. mengapa saya dibawa kemari ? " Gundukan tanah yang ditengah itu untuk apa ?" kembali saya bertanya. " Itu makam Nabi Muhammad," sahutnya. Mendengar penjelasan itu saya pun makin kaget. Nabi Muhammad adalah pembawa ajaran Islam. Ada hubungan apa dengan saya sampai diajaknya saya berziarah kesini ? Meski beribu kebingungan menyemak di hati saya dan berbagai tanda tanya merimbun dibenak saya, sekonyong-konyong, tanpa dimintanya saya bersimpuh di depan kuburan yang sederhana itu. Air mata saya menetes. Saya terharu walau pun tidak tahu mengapa bisa terharu. Saya cuma membayangkan betapa mulianya pemimpin kaum Muslimin itu yang pengikutnya ratusan juta orang, tetapi makamnya begitu bersahaja, yang ajarannya ditaati umatnya, namun kematiannya tidak boleh diratapi. Saya terpana sangat lama sehingga tatkala saya sadar kembali, lelaki yang mengantar saya tadi telah menghilang ke dalam kuburan itu.
Panggilan Hati
Saya ceritakan mimpi saya kepada istri dan anak-anak saya. Mereka terkesima. Istri saya berkaca-kaca; saya tidak mengerti apa sebabnya. Barulah pada malam harinya, ketika kami cuma berdua, ia berkata : "Saya yakin itu bukan sekadar mimpi. Itu panggilan. Dan kita berdosa kepada Tuhan apabila tidak mau mendatangi panggilan-Nya." " Maksudmu ?" saya tidak paham akan maksud istri saya. " Kita tanya kepada orang yang ahli agama Islam. Siapakah lelaki baya yang mengajak Abang itu. Dan bagaimana makna mimpi itu. Kalau memang benar merupakan panggilan Tuhan, berarti kita harus masuk Islam," jawab istri saya tanpa ragu-ragu. Sayalah yang justru dilanda kebimbangan, terombang-ambing dalam iman Kristiani yang makin goyah. Apalagi tiap kali teringat akan salah satu surah Al-Quran yang pernah saya pelajari bahwa : " Tuhanmu adalah Allah Yang Maha Tunggal, Yang Tidak Beranak dan Tidak Diperanakkan ..." Saya ingin lari menghindari dengungan batin itu. Namun keyakinan saya tak cukup kuat untuk menahan deburan ayat-ayat itu. Untungnya pada tahun 1983 gereja Sampit memindahkan saya ke Medan, tugas saya ke desa Resettlement untuk mengobarkan semangat Injil pada masyarakat setempat. Saya terima tugas itu dengan setengah hati sebab semangat Injil saya sendiri sedang meluntur ke titik paling rawan. Anehnya, saya merasa bahagia menerima keadaan itu, lebih-lebih ucapan istri saya yang tak pernah lenyap dari pendengaran saya. " Kalau mimpi itu merupakan panggilan Tuhan, kita berdosa jika tidak mendatangi-Nya. Kita harus masuk Islam. " Akhirnya, pada awal Maret 1990 saya sekeluarga mengunjungi Kantor Urusan Agama Kecamatan Mentawa Baru ketapang, sesudah lebih dulu mendapat penjelasan dari seseorang yang saya percayai memiliki pengetahuan mendalam tentang agama islam. Ia mengatakan bahwa lelaki dalam mimpi saya adalah Nabi Muhammad. Diterangkannya lebih lanjut bahwa tidak semua orang, termasuk kaum Muslimin, bisa memperoleh kehormatan bertemu dengan Nabi dalam mimpi. Dia meyakinkan saya bahwa mimpi itu bukan dusta, bukan kembang tidur, sebab Iblis pun tak sanggup menyerupai Nabi walaupun ia bisa menyamar sebagai Malaikat. Itulah yang kian memantapkan tekad saya sekeluarga untuk memeluk ajaran Islam. maka dengan bimbingan Mahali, B.A. Kami mengucapkan dua kalimah syahadat disaksikan oleh para pendahulu kami, Arkenus Rembang dan Budiman Rahim, dari Kantor Departemen Agama Sampit. Nama saya, Iselyus Uda, diganti dengan Muhammad Taufik; istri saya menjadi Siti Khadijah. Begitu pula kedelapan anak saya yang memperoleh nama baru yang diambilkan dari Al-Quran. Sepulang dari upacara persaksian itu dada saya terasa sangat lapang dan dunia makin benderang. Tengah malam saya mengangkat kedua tangan dan menggumam : " Ya Tuhan, terpujilah nama-Mu telah datang kerajaan-Mu. Syukur kepada-Mu, Ya Allah, untuk anugerah kebenaran ini."
Menebus Mimpi
Sejak hari paling bahagia itu saya mulai berangan-angan kapankah pemandangan dalam mimpi saya dulu itu bisa terwujud. Saya merindukan Tanah Suci tempat kelahiran Nabi dan tempat Jenazahnya dimakamkan, yaitu Mekkah dan Madinah. Kecuali dengan Kuasa Allah, rasanya mustahil terlaksana mengingat kemampuan ekonomi saya tidak secerah semasa menjadi penginjil. Akan tetapi saya tidak mengeluh. Memang di segi materi terjadi penurunan, tetapi di segi yang lain kehidupan kami bertambah makmur dan sejahtera. Kekurangan kami sedikit kami anggap biasa, itulah ujian iman. Sebab ternyata materi bukan segala-galanya. Yang penting, anak-anak dapat melanjutkan pendidikan mereka dan kebutuhan sehari-hari kami tercukupi. Adapun hidup berlebihan bukan tujuan utama. Buat kami sudah puas dengan kaya di hati dan rezeki yang halal. Saya tidak tahu apakah keikhlasan itu diterima Tuhan, ataukah lantaran sudah tertulis didalam Takdir-Nya bahwa saya sekeluarga harus menjadi Muslim dan Muslimat yang kuat. Peristiwa yang terjadi dua pekan setelah kami masuk Islam membuat saya makin bersyukur kepada Allah, yaitu ketika Kakandepag Kotawaringin Timur, Drs. H. Wahyudi A. ghani, bertamu kerumah saya di No.19 Desa Resettlement. Ia tidak hanya bertandang, tetapi mengantarkan tebusan mimpi. Ia mengabarkan bahwa Menteri Agama, H. Munawir Syadzali, M.A. menaruh simpati kepada saya dan berkenan memberangkatkan kami suami istri untuk menjalani ibadah Umrah. MasyaAllah, alangkah akbarnya Engkau, alangkah luasnya kasih sayang Engkau. Sungguh saya tidak mampu menggoreskan pena atau menggerakkan lidah guna menggambarkan kegembiraan dan kebahagiaan saya. Tidak bisa lain yang menggugah hati Menteri Agama, seorang petinggi negara diantara 170 juta lebih bangsa Indonesia, pasti Allah yang Maha Kuasa. Tanpa kehendak-Nya mana mungkin perhatiannya terlintas kepada seorang warga desa terpencil di Kalimantan Tengah ini, padahal kegiatannya selaku menteri tidak kepalang sibuknya. Saya dan istri langsung melakukan sujud syukur walaupun kepergian kami tertunda beberapa bulan. Sedianya kami akan diberangkatkan pada Juli 1990; namun karena terhalang oleh musibah Mina, terpaksa diundur ke bulan Januari 1991. Akhirnya kami kesampaian mewujudkan pemandangan dalam mimpi dengan melaksanakan tawaf mengelilingi Ka'bah, menunaikan sai antara Shafa dan Marwah, serta berziarah kemakam Rasulullah SAW. Di kaki Tuhan, di tengah dekapan Tanah Haram, kami memohon agar diberi kekuatan dan kenikmatan iman dalam Islam. Juga kami meminta supaya Tuhan menunjuk kami untuk menyebarkan janji-janji-Nya. Agaknya doa kami di tempat-tempat mustajab di Mekkah dan Madinah mulai dikabulkan-Nya. Buktinya, setiba kembali dari Tanah Suci ada seorang hartawan yang tidak ingin disebut namanya, mewakafkan sebidang tanah kepada saya. Luasnya lebih dari cukup untuk mendirikan madrasah dan sarana-sarana pendidikan lainnya. Saya berniat menghabiskan sisa umur saya untuk membayar dosa-dosa pada masa silam tatkala lima belas tahun lamanya saya bekerja keras memurtadkan umat Islam dan merayu semua orang agar mengikuti keyakinan saya kala itu. Mudah-mudahan saya mampu menerapkan pengetahuan dan pengalaman saya bagi kejayaan agama yang baru saya peluk secara resmi dalam setahun ini (pada saat cerita ini diceritakan pertama kalinya-pen). Semoga Allah menerima tobat saya dan memudahkan jalan bagi saya, juga istri dan anak-anak saya, untuk mematuhi segala perintah-Nya dan menghindari semua larangan-Nya.
Penutup, dari penulis : Akhirnya Apa yang bisa kita ambil dari cerita diatas? Semoga saja banyak hal-hal positif yang dapat ditauladani serta dijadikan pelajaran sebagai penguat keimanan kita semua yang setiap harinya selalu dibayangi dengan kehidupan kota yang "sumpek" dan "memuakkan". Mohon maaf atas panjangnya rangkaian tulisan saya di atas, sebenarnya pada mulanya akan saya bagi menjadi dua bagian, namun setelah saya telaah kembali maka takutnya akan mengurangi makna dan "sentuhan" aslinya. Terakhir, ada baiknya saya kutipkan beberapa ayat Al-Quran di bawah ini: " Dan Kami naungi kamu dengan awan, dan Kami turunkan kepadamu "manna" dan "salwa". Makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu. Dan tidaklah mereka menganiaya Kami, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. " (QS. 2:57)
" Dan orang-orang yang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun.Dan didapatinya (ketetapan) Allah di sisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amalnya dengan cukup dan Allah sangat cepat perhitungan Nya. " (QS. 24:39)
" Dan memberinya rezki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. " (QS. 65:3)
Wassalaamualaikum wr. wb. Dikutip tanpa izin dari Kaffah.net .......
NAMA SAYA ISELYUS UDA ISTRI SAYA MARIA JUANA LIMA BELAS TAHUN SAYA MENJADI PENGINJIL DIKALIMANTAN TENGAH SAMPAI AKHIRNYA SAYA BERTEMU DENGAN SEORANG LAKI-LAKI DALAM MIMPI. BENARKAH IA RASUL YANG TERPUJI ?
Tidak pernah terbayang saya akan bisa menginjakkan kaki di negeri yang dirindukan Umat Islam itu. Bahkan tak pernah terpikir saya akan memeluk agama yang tadinya saya benci itu. Sebab, sejak kecil saya dan istri saya biasa hidup di lingkungan adat yang sama sekali bertentangan dengan ajaran Islam. Memang, di dalam masyarakat Dayak terdapat beberapa anak suku, yaitu Kenyah, Iban, Kayan, Bahau dan sejumlah kelompok kecil yang tersebar hampir di seluruh Kalimantan termasuk Sabah dan Serawak di wilayah Malaysia Timur. Namun akar budaya dan kepercayaan kami nyaris tidak berbeda. Dulu suku Dayak dikenal sebagai pengayau tengkorak manusia. Cerita itu bukan dongeng semata. Memburu kepala musuh, baik sesama suku Dayak maupun suku lain, merupakan pilar utama budaya dan kepercayaan kami lantaran kepala yang baru dipenggal sangat penting bagi terciptanya kesejahteraan seisi kampung, sementara tengkorak lama makin luntur kekuatan magisnya. Untuk itu dibutuhkan perburuan terus menerus yang menyebabkan sering terjadinya peperangan, baik antar suku ataupun dengan masyarakat luar.
Jasa Penginjil
Sebetulnya agama Islam sudah tersiar dari Tanah Dayak sejak abad ke-15, terutama di Kutai dalam wilayah kerajaan Hindu Mulawarman yang kini termasuk Provinsi Kalimantan Timur. Namun masyarakat Dayak tidak tertarik untuk menganut agama Islam karena kami dilarang berternak babi atau berburu celeng dan memakan dagingnya. Islam juga tidak membolehkan umatnya memelihara anjing. Padahal, babi dan anjing sudah menyatu dengan kehidupan kami dan tidak mungkin terpisahkan dari upacara adat dan ritus-ritus nenek moyang. Tak seorang pun penganjur Islam yang pernah memberi tahu bahwa ada keringanan-keringanan yang tidak terlalu keras menajiskan anjing dan babi, serta tidak terlalu memaksa seseorang yang baru membaca syahadat agar segera dikhitan. Seakan-akan keringanan itu sengaja disembunyikan. Yang kami ketahui, kalau memeluk agama Islam kami harus berpisah dari adat-istiadat dan kebiasaan lama. Sedikit saja menyimpang dan tetap melaksanakan tradisi para orang tua, kabarnya kami akan dituduh musryik dan wajib masuk neraka (?!? -pen). Bukankah itu sungguh menyakitkan dan mengerikan ? Berbeda dengak sikap para penginjil, baik dari kalangan agama Katolik maupun Protestan. Sesudah Perang Dunia berakhir mereka datang berduyun-duyun membawa hadiah, ilmu dan pengetahuan baru yang dapat mengubah cara hidup kami tanpa mengharu biru adat istiadat dan upacara ritual nenek moyang. ke kawasan-kawasan terpencil. Perang antar suku tidak pernah terjadi lagi berkat jerih payah mereka. Kebiasaan mengayau kepala manusia sudah lama kami tinggalkan, juga agama asli. Dan hal itu terjadi tanpa memunahkan upacara adat yang oleh gereja tidak dilarang untuk dilakukan. Sungguh mereka banyak berbuat untuk suku dayak, termasuk saya dan seluruh keluarga saya, yang sebagai pengikut Yesus dan Bunda Maria, segala kebutuhan hidup kami selalu dipenuhi. Oleh karena itu, untuk menanggung delapan orang anak dan seorang istri saya tidak pernah mengeluh walaupun selama lima belas tahun saya sepenuhnya hanya mengabdi kepada agama Katolik selaku penginjil. Sudah tak terhitung banyaknya penduduk yang dapat saya ajak masuk gereja. Apalagi sejak saya dianugerahi amanat memimpin umat Katolik di desa Bangkal oleh gereja Sampit. Makin menggebu-gebu semangat saya untuk mengibarkan panji-panji sang juru selamat dan menegakkan palang salib di berbagai penjuru. Saya tanamkan iman Kristiani kepada masyarakat kecamatan Danau Sembuluh tanpa pandang bulu. Malah cita-cita saya tidak saja menasranikan rakyat Sampit, ibu kota Kabupaten Kotawaringin timur, melainkan seluruh pelosok Provinsi Kalimantan Tengah.
Mimpi Yang Menakjubkan
Tiga tahun saya menerbangkan ayat-ayat Injil di mimbar gereja dan di berbagai persekutuan doa di desa Bangkal dan desa-desa lainnya. Kemudian saya dipercayai pula untuk mengumandangkan misi gereja di kecamatan Cempaga sejak tahun 1978. Berkat kegigihan saya, hingga hampir segenap waktu saya tersita oleh kegiatan pelayanan rohani, saya berhasil mengajak umat dan berbagai pihak untuk bersama-sama membangun gereja yang besarnya lumayan, lengkap dengan asramanya. Dua tahun saya mengucurkan keringat, memeras tenaga dan pikiran demi kejayaan agama Katolik melalui gereja yang saya dirikan itu. Sungguh bangga hati saya, sungguh mantap kaki saya. Namun di balik kepuasan batin itu ada sesuatu yang terngiang-ngiang jauh di dasar sanubari saya. Entah mengapa dan dari mana datangnya tuntutan itu tidak pernah terungkap sama sekali, yaitu tanda tanya yang tak mampu saya menjawabnya meskipun telah saya gali lewat firman-firman suci. Apakah betul yang saya tempuh berasal dari Tuhan ? Tidak kelirukah saya menyerahkan diri bulat-bulat dalam keyakinan itu ? Kebimbangan tersebut betul-betul sangat menyiksa hidup saya dan senantiasa mengusik ketentraman batin saya. Seolah-olah ada sebuah lubang pada diri saya yang tidak mampu saya tutupi, malah saya rasa makin lama makin dalam dan lebar. " Ya Tuhan, kalau Engkau Maha Kuasa dan Maha Penyayang, tunjukkanlah kebenaran yang sempurna," demikian ratap saya tiap malam tatkala suasana sedang lengang dan kesunyian sedang mencekam sambil saya genggam rosario (kalung salib-pen) erat-erat. Saya menggapai-gapai bagaikan hampir tenggelam di tengah-tengah samudera kehampaan. Saya berteriak nyaring di tengah gurun kesunyian. Saya merasa ditinggalkan sendirian dalam sebuah lorong gelap dan pengap setelah seberkas cahaya yang tadinya saya jadikan pedoman kian buram dan hampir padam. Saya merindukan sinar terang yang tidak menipu saya dengan bercak-bercak fatamorgana. Saya mendambakan jalan lurus menuju haribaan Tuhan yang Sejati dan Hakiki. Tiba-tiba, pada suatu malam menjelang akhir Oktober 1980, ketika kesibukan untuk mengabarkan Injil dan menawarkan kerajaan surga tengah mencapai puncaknya, saya didatangi mimpi yang sangat aneh. Seorang lelaki berjenggot rapi mengunjungi saya antara tidur dan jaga. Pundak saya ditepuk dan tangan kanan saya ditariknya, saya menoleh. Betapa takjub saya melihat sosok manusia yang begitu tampan dalam usia bayanya. Berpakaian serba putih dengan rambut berombak tertutup selembar kain halus yang juga berwarna putih, Ia tampak sangat agung dan anggun. Saya merasa damai oleh sentuhan pandang dan senyumnya. Dituntunnya saya menjelajahi hamparan tanah yang tandus menuju sebuah gurun pasir yang luas dan gersang. Anehnya, meskipun matahari terik membakar, saya justru terlena oleh kesejukan yang indah dan menawan. Seolah gumpalan awan besar menaungi kami berdua. Ketika tiba ditempat tujuan, entah dimana saya tidak tahu, ia mempersilahkan saya masuk kesuatu kawasan yang asing dan sakral. Saya lihat ribuan manusia berselimut putih-putih bergerak bak busa ombak mengelilingi sebuah bangunan hitam berbentuk kubus menjulang ke atas membelah langit sambil berlari-lari kecil. Diantara mereka ada yang sedang bersujud dengan khusuk, banyak pula yang berebutan mengecup batu hitam kebiruan yang menempel di dinding kubus itu. Begitu saya datang, kerumunan manusia tadi menyibakkan diri dan memberikan kesempatan kepada saya untuk memeluk dan mencium batu berkilat itu sepuas hati. Amboi, alangkah harumnya, alangkah tenteramnya. Setelah itu Ia mengarak saya bersama gemawan ke tempat lain yang pemandangannya amat berbeda, tetapi suasanannya sama, penuh keagungan. Saya bertanya, " Bangunan apa yang teduh ini ?" Ia menjawab, " Ini yang dinamakan Masjid Nabawi." Sebagai penginjil saya pernah mengenal istilah itu, sebab mempelajari agama-agama lain adalah modal untuk membeberkan kebenaran kami dan membongkar kelemahan mereka. Oleh karena itu saya terkejut. mengapa saya dibawa kemari ? " Gundukan tanah yang ditengah itu untuk apa ?" kembali saya bertanya. " Itu makam Nabi Muhammad," sahutnya. Mendengar penjelasan itu saya pun makin kaget. Nabi Muhammad adalah pembawa ajaran Islam. Ada hubungan apa dengan saya sampai diajaknya saya berziarah kesini ? Meski beribu kebingungan menyemak di hati saya dan berbagai tanda tanya merimbun dibenak saya, sekonyong-konyong, tanpa dimintanya saya bersimpuh di depan kuburan yang sederhana itu. Air mata saya menetes. Saya terharu walau pun tidak tahu mengapa bisa terharu. Saya cuma membayangkan betapa mulianya pemimpin kaum Muslimin itu yang pengikutnya ratusan juta orang, tetapi makamnya begitu bersahaja, yang ajarannya ditaati umatnya, namun kematiannya tidak boleh diratapi. Saya terpana sangat lama sehingga tatkala saya sadar kembali, lelaki yang mengantar saya tadi telah menghilang ke dalam kuburan itu.
Panggilan Hati
Saya ceritakan mimpi saya kepada istri dan anak-anak saya. Mereka terkesima. Istri saya berkaca-kaca; saya tidak mengerti apa sebabnya. Barulah pada malam harinya, ketika kami cuma berdua, ia berkata : "Saya yakin itu bukan sekadar mimpi. Itu panggilan. Dan kita berdosa kepada Tuhan apabila tidak mau mendatangi panggilan-Nya." " Maksudmu ?" saya tidak paham akan maksud istri saya. " Kita tanya kepada orang yang ahli agama Islam. Siapakah lelaki baya yang mengajak Abang itu. Dan bagaimana makna mimpi itu. Kalau memang benar merupakan panggilan Tuhan, berarti kita harus masuk Islam," jawab istri saya tanpa ragu-ragu. Sayalah yang justru dilanda kebimbangan, terombang-ambing dalam iman Kristiani yang makin goyah. Apalagi tiap kali teringat akan salah satu surah Al-Quran yang pernah saya pelajari bahwa : " Tuhanmu adalah Allah Yang Maha Tunggal, Yang Tidak Beranak dan Tidak Diperanakkan ..." Saya ingin lari menghindari dengungan batin itu. Namun keyakinan saya tak cukup kuat untuk menahan deburan ayat-ayat itu. Untungnya pada tahun 1983 gereja Sampit memindahkan saya ke Medan, tugas saya ke desa Resettlement untuk mengobarkan semangat Injil pada masyarakat setempat. Saya terima tugas itu dengan setengah hati sebab semangat Injil saya sendiri sedang meluntur ke titik paling rawan. Anehnya, saya merasa bahagia menerima keadaan itu, lebih-lebih ucapan istri saya yang tak pernah lenyap dari pendengaran saya. " Kalau mimpi itu merupakan panggilan Tuhan, kita berdosa jika tidak mendatangi-Nya. Kita harus masuk Islam. " Akhirnya, pada awal Maret 1990 saya sekeluarga mengunjungi Kantor Urusan Agama Kecamatan Mentawa Baru ketapang, sesudah lebih dulu mendapat penjelasan dari seseorang yang saya percayai memiliki pengetahuan mendalam tentang agama islam. Ia mengatakan bahwa lelaki dalam mimpi saya adalah Nabi Muhammad. Diterangkannya lebih lanjut bahwa tidak semua orang, termasuk kaum Muslimin, bisa memperoleh kehormatan bertemu dengan Nabi dalam mimpi. Dia meyakinkan saya bahwa mimpi itu bukan dusta, bukan kembang tidur, sebab Iblis pun tak sanggup menyerupai Nabi walaupun ia bisa menyamar sebagai Malaikat. Itulah yang kian memantapkan tekad saya sekeluarga untuk memeluk ajaran Islam. maka dengan bimbingan Mahali, B.A. Kami mengucapkan dua kalimah syahadat disaksikan oleh para pendahulu kami, Arkenus Rembang dan Budiman Rahim, dari Kantor Departemen Agama Sampit. Nama saya, Iselyus Uda, diganti dengan Muhammad Taufik; istri saya menjadi Siti Khadijah. Begitu pula kedelapan anak saya yang memperoleh nama baru yang diambilkan dari Al-Quran. Sepulang dari upacara persaksian itu dada saya terasa sangat lapang dan dunia makin benderang. Tengah malam saya mengangkat kedua tangan dan menggumam : " Ya Tuhan, terpujilah nama-Mu telah datang kerajaan-Mu. Syukur kepada-Mu, Ya Allah, untuk anugerah kebenaran ini."
Menebus Mimpi
Sejak hari paling bahagia itu saya mulai berangan-angan kapankah pemandangan dalam mimpi saya dulu itu bisa terwujud. Saya merindukan Tanah Suci tempat kelahiran Nabi dan tempat Jenazahnya dimakamkan, yaitu Mekkah dan Madinah. Kecuali dengan Kuasa Allah, rasanya mustahil terlaksana mengingat kemampuan ekonomi saya tidak secerah semasa menjadi penginjil. Akan tetapi saya tidak mengeluh. Memang di segi materi terjadi penurunan, tetapi di segi yang lain kehidupan kami bertambah makmur dan sejahtera. Kekurangan kami sedikit kami anggap biasa, itulah ujian iman. Sebab ternyata materi bukan segala-galanya. Yang penting, anak-anak dapat melanjutkan pendidikan mereka dan kebutuhan sehari-hari kami tercukupi. Adapun hidup berlebihan bukan tujuan utama. Buat kami sudah puas dengan kaya di hati dan rezeki yang halal. Saya tidak tahu apakah keikhlasan itu diterima Tuhan, ataukah lantaran sudah tertulis didalam Takdir-Nya bahwa saya sekeluarga harus menjadi Muslim dan Muslimat yang kuat. Peristiwa yang terjadi dua pekan setelah kami masuk Islam membuat saya makin bersyukur kepada Allah, yaitu ketika Kakandepag Kotawaringin Timur, Drs. H. Wahyudi A. ghani, bertamu kerumah saya di No.19 Desa Resettlement. Ia tidak hanya bertandang, tetapi mengantarkan tebusan mimpi. Ia mengabarkan bahwa Menteri Agama, H. Munawir Syadzali, M.A. menaruh simpati kepada saya dan berkenan memberangkatkan kami suami istri untuk menjalani ibadah Umrah. MasyaAllah, alangkah akbarnya Engkau, alangkah luasnya kasih sayang Engkau. Sungguh saya tidak mampu menggoreskan pena atau menggerakkan lidah guna menggambarkan kegembiraan dan kebahagiaan saya. Tidak bisa lain yang menggugah hati Menteri Agama, seorang petinggi negara diantara 170 juta lebih bangsa Indonesia, pasti Allah yang Maha Kuasa. Tanpa kehendak-Nya mana mungkin perhatiannya terlintas kepada seorang warga desa terpencil di Kalimantan Tengah ini, padahal kegiatannya selaku menteri tidak kepalang sibuknya. Saya dan istri langsung melakukan sujud syukur walaupun kepergian kami tertunda beberapa bulan. Sedianya kami akan diberangkatkan pada Juli 1990; namun karena terhalang oleh musibah Mina, terpaksa diundur ke bulan Januari 1991. Akhirnya kami kesampaian mewujudkan pemandangan dalam mimpi dengan melaksanakan tawaf mengelilingi Ka'bah, menunaikan sai antara Shafa dan Marwah, serta berziarah kemakam Rasulullah SAW. Di kaki Tuhan, di tengah dekapan Tanah Haram, kami memohon agar diberi kekuatan dan kenikmatan iman dalam Islam. Juga kami meminta supaya Tuhan menunjuk kami untuk menyebarkan janji-janji-Nya. Agaknya doa kami di tempat-tempat mustajab di Mekkah dan Madinah mulai dikabulkan-Nya. Buktinya, setiba kembali dari Tanah Suci ada seorang hartawan yang tidak ingin disebut namanya, mewakafkan sebidang tanah kepada saya. Luasnya lebih dari cukup untuk mendirikan madrasah dan sarana-sarana pendidikan lainnya. Saya berniat menghabiskan sisa umur saya untuk membayar dosa-dosa pada masa silam tatkala lima belas tahun lamanya saya bekerja keras memurtadkan umat Islam dan merayu semua orang agar mengikuti keyakinan saya kala itu. Mudah-mudahan saya mampu menerapkan pengetahuan dan pengalaman saya bagi kejayaan agama yang baru saya peluk secara resmi dalam setahun ini (pada saat cerita ini diceritakan pertama kalinya-pen). Semoga Allah menerima tobat saya dan memudahkan jalan bagi saya, juga istri dan anak-anak saya, untuk mematuhi segala perintah-Nya dan menghindari semua larangan-Nya.
Penutup, dari penulis : Akhirnya Apa yang bisa kita ambil dari cerita diatas? Semoga saja banyak hal-hal positif yang dapat ditauladani serta dijadikan pelajaran sebagai penguat keimanan kita semua yang setiap harinya selalu dibayangi dengan kehidupan kota yang "sumpek" dan "memuakkan". Mohon maaf atas panjangnya rangkaian tulisan saya di atas, sebenarnya pada mulanya akan saya bagi menjadi dua bagian, namun setelah saya telaah kembali maka takutnya akan mengurangi makna dan "sentuhan" aslinya. Terakhir, ada baiknya saya kutipkan beberapa ayat Al-Quran di bawah ini: " Dan Kami naungi kamu dengan awan, dan Kami turunkan kepadamu "manna" dan "salwa". Makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu. Dan tidaklah mereka menganiaya Kami, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. " (QS. 2:57)
" Dan orang-orang yang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun.Dan didapatinya (ketetapan) Allah di sisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amalnya dengan cukup dan Allah sangat cepat perhitungan Nya. " (QS. 24:39)
" Dan memberinya rezki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. " (QS. 65:3)
Wassalaamualaikum wr. wb. Dikutip tanpa izin dari Kaffah.net .......
Senin, Mei 14, 2007
Mengenal Allah lewat akal
Lihatlah sekeliling anda dari tempat duduk anda. Akan anda dapati bahwa segala sesuatu di ruang ini adalah “buatan”: dindingnya, pelapisnya, atapnya, kursi tempat duduk anda, gelas di atas meja dan pernak-pernik tak terhitung lainnya. Tidak ada satu pun yang berada di ruang anda dengan kehendak mereka sendiri. Gulungan tikar sederhana pun dibuat oleh seseorang: mereka tidak muncul dengan spontan atau secara kebetulan.
Orang yang hendak membaca buku mengetahui bahwa buku ini ditulis oleh pengarangnya karena alasan tertentu. Tak pernah terpikir olehnya bahwa barangkali buku ini muncul secara kebetulan. Begitu pula, orang yang memandang suatu pahatan tidak sangsi sama sekali bahwa pahatan ini dibuat oleh seorang pemahat. Hal ini bukan mengenai karya seni saja: batu bata yang bertumpukan pun pasti dikira oleh siapa saja bahwa tumpukan batu bata sedemikian itu disusun oleh seseorang dengan rencana tertentu. Karena itu, di mana saja yang terdapat suatu keteraturan—entah besar entah kecil—pasti ada penyusun dan pelindung keteraturan ini. Jika pada suatu hari seseorang berkata dan menyatakan bahwa besi mentah dan batu bara bersama-sama membentuk baja secara kebetulan, yang kemudian membentuk Menara Eiffel secara lagi-lagi kebetulan, tidakkah ia dan orang yang mempercayainya akan dianggap gila?
Pernyataan teori evolusi, suatu metode unik penyangkal keberadaan Allah, tidak berbeda daripada ini. Menurut teori ini, molekul-molekul anorganik membentuk asam-asam amino secara kebetulan, asam-asam amino membentuk protein-protein secara kebetulan, dan akhirnya protein-protein membentuk makhluk hidup secara lagi-lagi kebetulan. Akan tetapi, kemungkinan pembentukan makhluk hidup secara kebetulan ini lebih kecil daripada kemungkinan pembentukan Menara Eiffel dengan cara yang serupa, karena sel manusia bahkan lebih rumit daripada segala struktur buatan manusia di dunia ini.
Bagaimana mungkin mengira bahwa keseimbangan di dunia ini timbul secara kebetulan bila keserasian alam yang luar biasa ini pun bisa teramati dengan mata telanjang? Pernyataan bahwa alam semesta, yang semua unsurnya menyiratkan keberadaan Penciptanya, muncul dengan kehendaknya sendiri itu tidak masuk akal.
Karena itu, pada keseimbangan yang bisa dilihat di mana-mana dari tubuh kita sampai ujung-ujung terjauh alam semesta yang luasnya tak terbayangkan ini pasti ada pemiliknya. Jadi, siapakah Pencipta ini yang mentakdirkan segala sesuatu secara cermat dan menciptakan semuanya?
Ia tidak mungkin zat material yang hadir di alam semesta ini, karena Ia pasti sudah ada sebelum adanya alam semesta dan menciptakan alam semesta dari sana. Pencipta Yang Mahakuasa ialah yang mengadakan segala sesuatu, sekalipun keberadaan-Nya tanpa awal atau pun akhir.
Agama mengajari kita identitas Pencipta kita yang keberadaannya kita temukan melalui akal kita. Melalui agama yang diungkapkan kepada kita, kita tahu bahwa Dia itu Allah, Maha Pengasih dan Maha Pemurah, Yang menciptakan langit dan bumi dari kehampaan.
Meskipun kebanyakan orang mempunyai kemampuan untuk memahami kenyataan ini, mereka menjalani kehidupan tanpa menyadari hal itu. Bila mereka memandang lukisan pajangan, mereka takjub siapa pelukisnya. Lalu, mereka memuji-muji senimannya panjang-lebar perihal keindahan karya seninya. Walau ada kenyataan bahwa mereka menghadapi begitu banyak keaslian yang menggambarkan hal itu di sekeliling mereka, mereka masih tidak mengakui keberadaan Allah, satu-satunya pemilik keindahan-keindahan ini. Sesungguhnya, penelitian yang mendalam pun tidak dibutuhkan untuk memahami keberadaan Allah. Bahkan seandainya seseorang harus tinggal di suatu ruang sejak kelahirannya, pernak-pernik bukti di ruang itu saja sudah cukup bagi dia untuk menyadari keberadaan Allah.
Tubuh manusia menyediakan begitu banyak bukti yang mungkin tidak terdapat di berjilid-jilid ensiklopedi. Bahkan dengan berpikir beberapa menit saja mengenai itu semua sudah memadai untuk memahami keberadaan Allah. Tatanan yang ada ini dilindungi dan dipelihara oleh Dia.
Tubuh manusia bukan satu-satunya bahan pemikiran. Kehidupan itu ada di setiap milimeter bidang di bumi ini, entah bisa diamati oleh manusia entah tidak. Dunia ini mengandung begitu banyak makhluk hidup, dari organisme uniseluler hingga tanaman, dari serangga hingga binatang laut, dan dari burung hingga manusia. Jika anda menjumput segenggam tanah dan memandangnya, di sini pun anda bisa menemukan banyak makhluk hidup dengan karakteristik yang berlainan. Di kulit anda pun, terdapat banyak makhluk hidup yang namanya tidak anda kenal. Di isi perut semua makhluk hidup terdapat jutaan bakteri atau organisme uniseluler yang membantu pencernaan. Populasi hewan di dunia ini jauh lebih banyak daripada populasi manusia. Jika kita juga mempertimbangkan dunia flora, kita lihat bahwa tidak ada noktah tunggal di bumi ini yang tidak mengandung kehidupan. Semua makhluk ini yang tertebar di suatu bidang seluas lebih daripada jutaan kilometer persegi itu mempunyai sistem tubuh yang berlainan, kehidupan yang berbeda, dan pengaruh yang berbeda terhadap keseimbangan lingkungan. Pernyataan bahwa semua ini muncul secara kebetulan tanpa maksud atau pun tujuan itu gila-gilaan. Tidak ada makhluk hidup yang muncul melalui kehendak atau upaya mereka sendiri. Tidak ada peristiwa kebetulan yang bisa menghasilkan sistem-sistem yang serumit itu.
Semua bukti ini mengarahkan kita ke suatu kesimpulan bahwa alam semesta berjalan dengan “kesadaran” (consciousness) tertentu. Lantas, apa sumber kesadaran ini? Tentu saja bukan makhluk-makhluk yang terdapat di dalamnya. Tidak ada satu pun yang menjaga keserasian tatanan ini. Keberadaan dan keagungan Allah mengungkap sendiri melalui bukti-bukti yang tak terhitung di alam semesta. Sebenarnya, tidak ada satu orang pun di bumi ini yang tidak akan menerima kenyataan bukti ini dalam hati sanubarinya. Sekalipun demikian, mereka masih mengingkarinya "secara lalim dan angkuh, kendati hati sanubari mereka meyakininya" sebagaimana yang dinyatakan dalam Al-Qur’an. (Surat an-Naml, 14)
Orang yang hendak membaca buku mengetahui bahwa buku ini ditulis oleh pengarangnya karena alasan tertentu. Tak pernah terpikir olehnya bahwa barangkali buku ini muncul secara kebetulan. Begitu pula, orang yang memandang suatu pahatan tidak sangsi sama sekali bahwa pahatan ini dibuat oleh seorang pemahat. Hal ini bukan mengenai karya seni saja: batu bata yang bertumpukan pun pasti dikira oleh siapa saja bahwa tumpukan batu bata sedemikian itu disusun oleh seseorang dengan rencana tertentu. Karena itu, di mana saja yang terdapat suatu keteraturan—entah besar entah kecil—pasti ada penyusun dan pelindung keteraturan ini. Jika pada suatu hari seseorang berkata dan menyatakan bahwa besi mentah dan batu bara bersama-sama membentuk baja secara kebetulan, yang kemudian membentuk Menara Eiffel secara lagi-lagi kebetulan, tidakkah ia dan orang yang mempercayainya akan dianggap gila?
Pernyataan teori evolusi, suatu metode unik penyangkal keberadaan Allah, tidak berbeda daripada ini. Menurut teori ini, molekul-molekul anorganik membentuk asam-asam amino secara kebetulan, asam-asam amino membentuk protein-protein secara kebetulan, dan akhirnya protein-protein membentuk makhluk hidup secara lagi-lagi kebetulan. Akan tetapi, kemungkinan pembentukan makhluk hidup secara kebetulan ini lebih kecil daripada kemungkinan pembentukan Menara Eiffel dengan cara yang serupa, karena sel manusia bahkan lebih rumit daripada segala struktur buatan manusia di dunia ini.
Bagaimana mungkin mengira bahwa keseimbangan di dunia ini timbul secara kebetulan bila keserasian alam yang luar biasa ini pun bisa teramati dengan mata telanjang? Pernyataan bahwa alam semesta, yang semua unsurnya menyiratkan keberadaan Penciptanya, muncul dengan kehendaknya sendiri itu tidak masuk akal.
Karena itu, pada keseimbangan yang bisa dilihat di mana-mana dari tubuh kita sampai ujung-ujung terjauh alam semesta yang luasnya tak terbayangkan ini pasti ada pemiliknya. Jadi, siapakah Pencipta ini yang mentakdirkan segala sesuatu secara cermat dan menciptakan semuanya?
Ia tidak mungkin zat material yang hadir di alam semesta ini, karena Ia pasti sudah ada sebelum adanya alam semesta dan menciptakan alam semesta dari sana. Pencipta Yang Mahakuasa ialah yang mengadakan segala sesuatu, sekalipun keberadaan-Nya tanpa awal atau pun akhir.
Agama mengajari kita identitas Pencipta kita yang keberadaannya kita temukan melalui akal kita. Melalui agama yang diungkapkan kepada kita, kita tahu bahwa Dia itu Allah, Maha Pengasih dan Maha Pemurah, Yang menciptakan langit dan bumi dari kehampaan.
Meskipun kebanyakan orang mempunyai kemampuan untuk memahami kenyataan ini, mereka menjalani kehidupan tanpa menyadari hal itu. Bila mereka memandang lukisan pajangan, mereka takjub siapa pelukisnya. Lalu, mereka memuji-muji senimannya panjang-lebar perihal keindahan karya seninya. Walau ada kenyataan bahwa mereka menghadapi begitu banyak keaslian yang menggambarkan hal itu di sekeliling mereka, mereka masih tidak mengakui keberadaan Allah, satu-satunya pemilik keindahan-keindahan ini. Sesungguhnya, penelitian yang mendalam pun tidak dibutuhkan untuk memahami keberadaan Allah. Bahkan seandainya seseorang harus tinggal di suatu ruang sejak kelahirannya, pernak-pernik bukti di ruang itu saja sudah cukup bagi dia untuk menyadari keberadaan Allah.
Tubuh manusia menyediakan begitu banyak bukti yang mungkin tidak terdapat di berjilid-jilid ensiklopedi. Bahkan dengan berpikir beberapa menit saja mengenai itu semua sudah memadai untuk memahami keberadaan Allah. Tatanan yang ada ini dilindungi dan dipelihara oleh Dia.
Tubuh manusia bukan satu-satunya bahan pemikiran. Kehidupan itu ada di setiap milimeter bidang di bumi ini, entah bisa diamati oleh manusia entah tidak. Dunia ini mengandung begitu banyak makhluk hidup, dari organisme uniseluler hingga tanaman, dari serangga hingga binatang laut, dan dari burung hingga manusia. Jika anda menjumput segenggam tanah dan memandangnya, di sini pun anda bisa menemukan banyak makhluk hidup dengan karakteristik yang berlainan. Di kulit anda pun, terdapat banyak makhluk hidup yang namanya tidak anda kenal. Di isi perut semua makhluk hidup terdapat jutaan bakteri atau organisme uniseluler yang membantu pencernaan. Populasi hewan di dunia ini jauh lebih banyak daripada populasi manusia. Jika kita juga mempertimbangkan dunia flora, kita lihat bahwa tidak ada noktah tunggal di bumi ini yang tidak mengandung kehidupan. Semua makhluk ini yang tertebar di suatu bidang seluas lebih daripada jutaan kilometer persegi itu mempunyai sistem tubuh yang berlainan, kehidupan yang berbeda, dan pengaruh yang berbeda terhadap keseimbangan lingkungan. Pernyataan bahwa semua ini muncul secara kebetulan tanpa maksud atau pun tujuan itu gila-gilaan. Tidak ada makhluk hidup yang muncul melalui kehendak atau upaya mereka sendiri. Tidak ada peristiwa kebetulan yang bisa menghasilkan sistem-sistem yang serumit itu.
Semua bukti ini mengarahkan kita ke suatu kesimpulan bahwa alam semesta berjalan dengan “kesadaran” (consciousness) tertentu. Lantas, apa sumber kesadaran ini? Tentu saja bukan makhluk-makhluk yang terdapat di dalamnya. Tidak ada satu pun yang menjaga keserasian tatanan ini. Keberadaan dan keagungan Allah mengungkap sendiri melalui bukti-bukti yang tak terhitung di alam semesta. Sebenarnya, tidak ada satu orang pun di bumi ini yang tidak akan menerima kenyataan bukti ini dalam hati sanubarinya. Sekalipun demikian, mereka masih mengingkarinya "secara lalim dan angkuh, kendati hati sanubari mereka meyakininya" sebagaimana yang dinyatakan dalam Al-Qur’an. (Surat an-Naml, 14)
Senin, Agustus 28, 2006
Kisah Nyata Seorang Muallaf
Bismillahirrahmanirrahim
Inilah sebuah kisah kesaksian dari seorang mantan Gembala Gereja & penginjil bernama Paulus F Tengker, yang bernama Islam Rahmad Hidayat, yang oleh saya (M.Donny Setiawan) dikutip & ditulis kembali.
Silahkan baca dengan penuh ketulusan atas pengakuan jujur, kisah mantan Gembala Gereja & penginjil ini, yang telah bertobat & menemukan kebenaran Ilahi.
Inilah Kisah Nyatanya :
Tadinya saya ragu untuk menulis kisah ini, karena takut terjebak dalam rasa & sifat riya, tetapi setelah membaca posting kisah kesasian 4 orang Gembala yang kembali ke agamanya masing-masing yang diposting lewat : yesus.net & kebenaran.net, ini merupakan sebuah pengungkapan jujur & berani atas praktek Rohani Gereja yang sebenarnya rahasia & tdk diketahui oleh banyak pihak termasuk oleh umat Kristiani sendiri.
Karena saya melihat ada! upaya penyangkalan kebenaran oleh kalangan-kalangan tertentu Umat Kristiani di forum diskusi agama tersebut. Demi tegaknya kebenaran & agar semakin banyak Domba-domba maupun Gembala-gembala kristus yang bisa menemukan jalan kebenaran Ilahi yang sesungguhnya, maka saya beranikan diri menulis dan menuturkan kisah sejati ini.
Saya berharap para Domba & Gembala Kristus yang membaca kisah ini dapat memahami dan menghayati pengalaman rohani saya ini, agar bisa menemukan kebenaran Ilahi yang sejati, Jalan Tuhan yang Benar dan tidak sesat.
Oleh karena itu demi penghargaan kepada umat Kristiani & Umat Islam, saya tidak mengutip satu ayatpun dari Al-kitab & Al-quran.
Kesaksian tersebut adalah betul-betul ungkapan hati dan Jiwa Saya. Saya seorang pria, dilahirkan di Manado 27 tahun yang lalu.
Nama saya Paulus F.Tengker, s! aya dilahirkan dalam tradisi keluarga penganut Kristen yang Fanatik. Ayah saya seorang Pendeta Gereja Pantekosta, kakak wanita tertua menikah dengan seorang penginjil Nehemia terkenal. Saya dididik untuk taat dalam beragama, menjadi Gembala Tuhan. Itulah sebabnya setamat SMA, saya melanjutkan kuliah ke sebuah Sekolah Misi Al-kitab yang berlokasi di Jl.Arjuno - Surabaya.
Kota Surabaya dipilih karena selain lebih dekat ke Manado, juga merupakan salah satu Kota dengan Umat Kristiani yang terkemuka.
Banyak Gereja berdiri megah di tengah Kota dan Pekabaran Gembira Cinta Kasih Tuhan yesus mendapat respon yang sangat baik dari Masyarakat Jawa Timur, yang mayoritas beragama Islam Fanatik. Selama Kuliah saya juga bekerja Part-time sebagai pelayan Tuhan di Gereja Nehema & Gereja Pantekosta di Indonesia Timur cabang Surabaya, saya
bekerja sebagai penyusun Kisah kesaksian dari hamba-hamba Islam yang bertobat masuk Kristen. Karena kebanyakan orang-orang itu adalah orang-orang dari desa, atau orang yang awam, beberapa diantaranya bahkan seperti sakit Jiwa, atau para pemakai Narkoba yang masih kecanduan berat, maka saya harus menuliskan kisah-kisah kesaksian yang hebat untuk mereka.
Saya biasa menulis cerita dengan tajuk : "Hamba Tuhan yang kembali, mantan seorang Kiyai masuk Kristen, Mantan Dosen IAIN masuk Kristen, dsb.
Kisah-kisah palsu karangan saya itu sangat sempurna sekali, bahkan hampir tak bercela, saya ahli mengutip Al-Qur-an & Hadist, saya juga tahu urutan pendidikan Islam dari mulai sekolah Islam, sampai pondok pesantren hingga IAIN. Saya juga sering ditugaskan untuk membuatkan dokumen asli tapi palsu; Ijazah palsu & foto-foto palsu, untuk meberikan kesan bahwa mereka itu dulunya benar-benar bekas tokoh-tokoh Islam walaupun sebenarnya Bukan.
Bahkan saya juga mengajari mereka membaca Al-quran yang akan dipakai menohok orang-orang Islam yang sedang kami injili & berusaha membantah Kami. Beberapa Kisah kesaksian yang sudah dibukukan, beberapa diantaranya merupakan hasil karangan saya.
Memang betul orang Islam yang murtad itu ada tetapi mereka tak sehebat kesaksiannya, jika disebut mantan ulama atau Mahasiswa IAIN, atau Guru Ngaji yang sekolah di Mesir,
maka sebenarnya mereka itu adalah para pengemis, gelandangan, bekas pecandu Narkoba, Wanita Nakal dan para preman tak beragama, orang desa yang ber KTP Islam, tapi berbudaya animisme didesa-desa pesisir selatan Jawa (misalnya; Sukabumi & Blitar).
Bahkan saya sering berjumpa Orang-orang Islam yang diBabtis itu ternyata seumur hidupnya hampir tdk pernah Shalat & mengetahui! ajaran Islam yang paling dasar, tetapi kami harus melaporkan keberhasilan ini dengan cara yang gemilang kepada para Jemaat yang telah berderma, maka kami merekayasa kisah kesaksian orang-orang lugu ini menjadi hebat & canggih. Tentu para Domba Gereja akan senang kalau mantan Ulama masuk Kristen, Walaupun yang sebenarnya Cuma bekas Gelandangan Buta huruf misalnya.
Saya jalani terus pekerjaan ini hingga tamat Kuliah & akhirnya saya dinobatkan menjadi Pendeta Muda. Karena keahliah saya ini terhitung langka, maka tugas ini tetap dipertahankan. Saya juga Rajin Membeli Tafsir Al-Quran, hadist, & buku-buku Islam untuk mencari kelemahan-kelemahannya,Gereja mendanai setiap apapun yang berhubungan dengan kerjaan saya.
Saya menemukan bahwa sikap saling beda pendapat, namun saling menghargai sebagai kelemahan Islam yang paling utama dalam pandangan Kristen. Bahkan saya juga pernah
berpura-pura mengaji & mengaku sebagai Islam dengan mengundang seorang Guru Ngaji kerumah Dinas saya, saya belajar ngaji hingga 1 tahun lebih & ustadz itu tak pernah menyadari sampai saya tamat belajar, bahwa saya sebenarnya seorang Kristen.
Berkat pengajaran beliau itu saya bahkan bisa ngaji & hal ini ternyata berguna sekali untuk saya sekarang ini, ketika kali ini saya dengan sesungguhnya belajar Islam.
Saya pun secara Part Time terkadang ikut misi penginjilan malam tertajuk Tuhan Berkabar di Malam Hari. Kami mendatangi tempat-tempat keremangan malam seantero kota Surabaya, kami wartakan Injil kepada para pekerja sex, ABG, wanita nakal, & kaum Gay.
Yang kami targetkan untuk dikristenkan biasanya adalah para pekerja sex independen, para pengunjung diskotik & kafe ya! ng menyambi, baik itu Gadis belia maupun para lelaki muda penjaja sex untuk kaum gay.
Setiap orang yang terpilih biasanya hasil seleksi & pengamatan yang teliti, tidak sembarangan orang kami jadikan target. Biasanya kami telah mengawasi mereka selama kurang lebih 1 hingga 3 bulan.
Para penginjil yang aktif disini tidak aktif dalam kegiatan Gereja apalagi memimpin kebaktian dan acara Rohani lain.
Sebab kami tak mau citra Gereja rusak dimata Umat yang kebetulan bertemu para penginjil ditempat keremangan malam tersebut. Juga para Penginjil itu tidak menggunakan seragam resmi, mereka berdandan seperti umumnya pengunjung diskotik & Kafe.
Selain itu para Penginjil Gembala Tuhan di malam hari juga aktif dalam jaringan pengedaran Narkoba, sebab inilah cara termudah menjerumuskan seorang Umat beragama lain dalam kes! esatan hidup lalu setelah mereka tersesat & butuh pertolongan, kamilah yang akan merangkul mereka. Apabila tidak terangkulpun kami sudah berhasil merusak sebagian dari generasi muda Islam yang sering ke diskotik atau kafe.
Mungkin para pembaca posting ini sudah membaca artikel panjang tentang jaringan Narkoba di Jakarta di harian Kompas edisi hari Minggu tgl 11 Mei 2001, disana diceritakan dengan gamblang betapa penyebaran & mafia narkoba sudah menyebar sangat pesat diJakarta & sulit diberantas.
Betapa aparat kepolisian, TNI, pengelola tempat hiburan malam, para pengunjung, & mafianya bekerja sama begitu rapi. Tapi ada yang kurang dari cerita itu & ini sangat sulit mereka telusuri, yaitu keterlibatan Gereja dalam Jaringan & Sindikat Narkoba.
Nerneda dengan para mafia & Bandar yg ingin mengeruk keuntungan materi,gereja terlibat semata untuk menjaring Domba Kristus baru & menyesatkan Generasi Muda Islam.
Jujur saja, kisah kesaksian bahwa para Gembala Tuhanpun banyak yang memakai Narkoba untuk menunjang performance mereka itu benar adanya. Narkoba itu digunakan agar para gembala Tuhan tampil percaya diri & kami sangat yakin bahwa kondisi fly & sakauw adalah kondisi dimana kami bisa kontak langsung dengan Roh kudus.
Kisah yang dituturkan 4 mantan gembala itu benar adanya. Saya pun tahu persis, karena selaku anggota tidak tetap penginjilan malam hari, sayalah yang memasok kebutuhan mereka, saya kenal banyak dengan para Bandar besar Narkoba di Surabaya. Bahkan beberapa para Bandar besar itu hádala jemaat Gereja yang taat, donasinya bahkan ada yang melebihi nilai persepuluhan mereka.
Selain menyumbang uang untuk penginji! lain, mereka juga menjual Narkoba dengan harga khusus kepada gereja untuk memasok kebutuhan para Gembala yg membutuhkan & untuk diedarkan guna merusak Generasi Muda Islam.
Saya juga terkadang juga memakai ectassy/ innex hanya saja saya pakai ketika menjamu para tamu Gembala Tuhan dari luar Kota. Kami pun biasa ketemu dan ngobrol-ngobrol dibeberapa pub malam terkenal, yang pasti dikunjungi para pelayan & gembala Tuhan bila berkunjung ke Surabaya.
Kami punya private number di Kowloon & Club Deluxe & To Ten. Saya pernah menemani pendeta terkenal seperti: KAM.Yusuf Ronny (yang mantan muballigh & tokoh Islam terkenal), Gilbert Lumoindang & Suradi ben Abraham di pub-pub tersebut.
Kami bahkan pernah melakukan pembabtisan pekerja sex di private room salah satu pub terkenal itu sambil tripping. Setelah itu kami datang dengan mereka, ! "mandi suci bersama" istilahnya. Kalau masalah skandal sekx antara Jemaat dengan Pendeta atau penyanyi Gereja & Gembalanya, saya tdk tahu persis, tapi yang saya tahu memang sewaktu menerima para gembala Tuhan mengunjungi Pub malam, pernah mereka diantaranya ditemani beberapa wanita yang dikatakannya sebagai Jemaat yang minta untuk diurapi secara khusus.
Selain itu saya juga aktif dalam pembinaan domba-domba baru yang kebanyakan berasal dari pedesaan & para pekerja malam, seperti diuraikan diawal kisah nyata ini.
Sayalah yang terkadang mengajari mereka tentang Islam, tetapi tentunya yang telah kami sortir bahwa ajaran Islam itu mengakui ketuhanan Yesus, misalnya. Saya juga mengajari mereka berakting untuk menunjang penampilan mereka diacara KKR atau kesaksian di Gereja. Jangan sampai mereka tdk hapal kisah nyata hasil! rekaan saya sendiri lalu melenceng ke kisah nyata mereka sendiri, yang kalau ketahuan bisa berakibat fatal bagi Gereja.
Khusus untuk KKR, kami melatih orang-orang untuk berpura-pura lumpuh,buta, bisu & berbagai penyakit lainnya lalu pura-pura disembuhkan para pengKhotbah & Jemaatpun akan histeris & percaya itu mu'jizat.
Kamipun harus menyiapkan upacara pemanggilan Roh kudus ditempat-tempat keramat & angker di Surabaya sebelum acara penyembuhan Ilahi dimulai. Terkadang ada jemaat yang diluar kendali & scenario betul-betul minta diurapi, biasanya kami akan segera menahan dia dengan mengatakan: maaf pendeta sibuk, dengan kedatangan umat yang luar biasa, lain kali saja!!!. Biasanya para penginjil malam lah yang bertugas untuk menahan orang-orang yang diluar scenario acara, kami tdk pernah melibatkan pemuda Gereja karena mereka diluar Gugus kendali komando kami.
Memang pengakuan 4 orang mantan Gembala itu terdengar spektakuler & sulit dipercaya, tetapi saya beritahukan kepada anda semua :
SEMUA PENGAKUAN MEREKA ITU JUJUR & BENAR ADANYA, SEMUA
PRAKTEK TERCELA ITU MEMANG DIJALANKAN TERUTAMA OLEH :
- Gereja BETHEL
- GEREJA BETHANY
- GEREJA NEHEMIA
- GEREJA SIDANG JEMAAT PANTEKOSTA
- GEREJA ABDIEL
Bagi umat Kristiani maupun para Gembala & pelayan Tuhan pun yang tdk pernah ikut kegiatan ini akan terkejut & sulit mempercayai kenyataan ini, tetapi saya beritahukan sekali lagi : SEMUA ITU BENAR TERJADI. Selain mantan gembala itu saya juga saksi hidup lainnya.
! Mengapa saya masuk Islam ???
Ketertarikan saya kepada Islam Bukan dari buku-buku yang saya baca, karena buku-buku itu tak pernah saya baca sepenuh hati & tdk sampai tuntas, saya hanya mencari poin-poin tertentu saja. Saya masuk Islam bukan setelah saya bertemu atau berdiskusi dengan orang Islam, karena saya selalu menganggap & diajarkan oleh Gereja bahwa orang-orang Islam itu Hina, bodoh, kotor, terbelakang, kasar, keji, penuh tipu muslihat & penuh dosa.
Ajaran Islam dinyatakan sebagai ajaran sesat & ummatnya kalau tidak kita hinakan harus kita Insafkan. Hal-hal inilah yang tertanam dalam benak saya sejak kecil hingga dewasa ini. Perlu semuanya ketahui bahwa ajaran kebencian kepada ajaran Islam umatnya ini merupakan pelajaran pokok yang diberikan kepada kader-kader umat Kristen sejak kecil.
Materi ini mulai disampaikan dipengajaran sekolah minggu ! & jika kita berminat menjadi penginjil atau gembala Tuhan, pelajaran ini akan semakin diperdalam.
Saya akhirnya masuk Islam justru setelah mengalami suatu mimpi luar biasa & Beberapa kejadian di keesokan harinya, yang akhirnya merubah jalan hidup saya menuju kebenaran
sejati. Bermula dari suatu Kamis malam/ Malam Jum'at tanggal 11 January 2001.
Saya bermimpi sedang berdo'a dihadapan gambar Tuhan Yesus disuatu Gereja yang sangat megah, lalu datanglah Tuhan Yesus menemui saya dengan senyumnya yang agung, saya bahagia sekali, ini adalah mukjizat bagi saya. Saya lalu memandangi Tuhan Yesus dari ujung kaki hingga ujung rambut, sungguh mirip sekali, bahkan lebih agung
dibanding foto & gambar Tuhan yesus yang saya miliki.
Tetapi sesaat kemudian datang menghampiri kami seorang pria berwajah Arab Palestina mirip orang Yahudi atau Israel, dia berkata "Kalian ini Siapa?". Saya jawab: "Saya seorang domba yang sedang bertemu Tuhannya!"
Dia bertanya lagi : "Mana tuhannya?"
Tuhan yesus yang datang pertama tadi menjawab: "Akulah Tuhan Yesus, Juru selamat Ummat manusia & Dunia, siapa engkau wahai pria Asing?" (Tanya tuhan yesus).
Pria Arab Palestina/Yahudi itu berkata: "Akulah Isa Al-masih dan Engkau bukanlah diriku". Saya menyela: "Wahai engkau orang Yahudi/Arab,Janganlah engkau berbuat begitu dihadapan Tuhanku!"
Pria Yahudi tadi berkata: "Kalau begitu buktikanlah bahwa kamu Yesus atau Isa Almasih yang sebenarnya!!".
Lalu tuhan Yesus (orang yg pertama datang di mimpi saya) memejamkan matanya & sungguh ajaib! Dari tangannya keluar mukjizat sinar api & dia menyemburkannya kepada pria Yahudi itu, pikir saya pria Yahudi tadi binasa karena berani menghina Tuha! n Yesus. Keajaiban keduapun terjadi, Pria Yahudi yang mengaku sebagai Isa Al-masih itu tak kurang suatu apapun & dia lalu tersenyum, kemudian api itu kembali/ membalik menyembur Tuhan Yesus, lalu Tuhan Yesus menjerit kesakitan & wujudnya tiba-tiba berubah. Kedua telinganya memanjang, dari mulutnya keluar Gigi taring & dari belakang
tubuhnya keluar Ekor, dan wajahnya pun berubah mengerikan!!, lalu salah satu tangannya mendadak memegang sebuah tombak seperti Garpu!!. "TUHAN YESUS YANG SAYA LIHAT DALAM MIMPI ITU BERUBAH MENJADI IBLIS!!!".
Sementara pria Yahudi itu lalu berdo'a dalam bahasa seperti bahasa orang Israel, Tuhan yesus yang telah berubah menjadi Iblis itu lari terbirit-birit. Lalu ada keajaiban lainnya yang terjadi, Gereja megah tempat saya berdo'a tiba-tiba menghilang, lalu berganti dengan pemandangan seperti disebuah padang pasir yang sangat tandus. Saya kaget dan tak percaya melihatnya, lalu dengan terbata-bata saya bertanya kepada pria Yahudi tadi:
"Siapakah engkau sebenarnya?", Pria itu menjawab: "Akulah Isa Al-Masih, hamba Alloh, rasul Nya yang ke-24, yang engkau beserta ummat-umat lainnya dinyatakan sebagai Tuhan Yesus".
Saya berkata: "Bukankah engkau telah mati dikayu Salib & telah berkorban demi menebus dosa umat manusia?". Nabi Isa Al-Masih menjawab: "Bukan seperti itu kejadiannya, engkau telah diperdaya oleh iblis & para pengikutnya yang telah berusaha mencelakakan ku tadi & sekarang dia sekarang telah terlihat wujud aslinya".
Saya berkata lagi: "Maksud tuan, iblis itu tadi.. selama ini..?". Nabi Isa Almasih Menyela: "Sudahlah, maukah engkau tahu kebenaran Ilahi yang sejati?".
Saya menjawab: "Jika itu ada, saya bersedia". Nabi Isa Al-Masih menjawab: "Tetapi untuk menemukan kebenaran sejati itu engkau harus berkorban banyak, engkau akan kehilangan pekerjaanmu, hidup miskin, kehilangan teman-temanmu, serta dibenci banyak orang?".
Saya menjawab : "emmmmmmm (Tak bisa berkata-kata)". Nabi Isa Al-masih Berkata: "Ketahuilah akulah Nabi Isa Al-Masih, sebagaimana yang telah aku katakan tadi suatu
saat nanti aku akan turun kembali ke muka bumi untuk meluruskan segalanya yang salah tentang aku. Janganlah engkau termasuk dalam golongan yang keliru itu, jika engkau ingin menemukan kebenaran sejati, engkau sebenarnya telah memiliki catatan-catatan kebenaran itu, tetapi engkau tak membacanya dengan pikiran & hatimu.Otakmu telah beku karena telah disesatkan. Oleh orang-orang yang diilhami oleh Iblis & para pengikutnya. Kalau engkau mau mencari kebenaran, engkau akan menemukan disuatu tempat, tepat esok hari dimana kamu ditempat itu mendapat suatu kesulitan".
Lalu pria yang mengaku sebagai Isal Al-Masih tadi mengucapkan salamnya orang Islam, kemudian pergi, sayapun lalu terbangun, dan hari telah pagi. Saya merenung, mimpi apa itu tadi?. Kesulitan apa yang akan saya alami hari ini?. Hari telah tiba kembali, rupanya ini hari Jum'at tanggal 12 January 2001. Saya berfikir itu hanya sebuah mimpi aja, saya lalu teringat cerita tahayul Jawa, kalau malam jum'at pasti setan-setan itu gentayangan, dan mungkin saya mengalami itu barangkali. Kemudian saya baca buku-buku Islam yang saya miliki, tiba-tiba saya merasa menemukan banyak hal yang selama ini tdk pernah saya baca. Betapa pikiran saya telah dibukakan, tapi saya belum yakin betul.
Ketika perjalanan menuju Kantor saya disekretariat Gereja, mendadak mobil saya mogok, tepat didepan sebuah Masjid dikawasan Jl.HR.Muhammad- Jl..Mayjen.Sungkono, Surabaya, sayapun kaget, kok bisa-bisanya mogok didepan sebuah masjid yang saya benci. Jangan-jangan mimpi itu betul?, akh saya pikir itu Cuma kebetulan saja, jangan percaya takhayul. Namanya mogok itu bisa terjadi kapan saja,pikir saya. Belum hilang chalet saya, tiba-tiba ada seorang pria menghardik saya & meminta dengan kasar dompet dan HP saya. Saya kaget, panik dan takut, lalu saya lari ke-arah Masjid & masuk kesana, minta tolong sama orang-orang disitu. Orang yang mau menodong sayapun berlari menghindari massa, rupanya waktu itu jam 11:30, mendekati jam nya Sholat Jum'at. Saya ada di suatu tempat, maksudnya Masjid kah?, pesan orang yahudi yang mengaku sebagai Nabi Isa Al-Masih dalam mimpi itu, saya bingung lalu saya tak sadarkan diri.
Ketika sadar, saya berada di sebuah ruangan di Masjid, rupanya ada seorang Bapak tua berpeci yang mengatakan kalau saya tadi pingsan, saya lalu berdiri, tiba-tiba hati saya ingin menangis, menjerit.. "Ya Tuhan...Engkau telah menunjukkan jalan bagiku". Pak tua itu kaget & bertanya: "Ada apa Nak?". Lalu saya menceritakan semua mimpi saya semalam & kejadian yang saya alami, juga siapa saya & apa pekerjaan saya, serta perbuatan-perbuatan saya dalam memerangi & memperdaya agama Islam beserta ummatnya. Bapak tua itu berkata: "Itu suatu petunjuk Tuhan Bagimu, boleh percaya apa tidak, saya bukanlah seorang ahli agama yang baik. Sekarang kamu teruskan perjalanan atau pulang".
Sayapun lalu pulang, menelpon gereja bahwa saya hari ini tidak enak badan,jadi nggak masuk kerja, tapi 3 jam kemudian, sekitar jam 16:00 sore, saya kembali lagi ke Masjid itu, lalu saya melihat ada pengajian, pak tua berpeci itu yang memimpinnya, saya beranikan diri untuk masuk & berkata:
"Pak tolong yakinkan saya!. Saya ingin mengetahui tentang agama Islam sebenarnya". Disaksikan para jemaah Masjid itu lalu kami berdiskusi panjang lebar hingga malam hari,
saya lalu pamitan pulang & mengatakan kepada pak tua bahwa diskusi ini belum selesai dan akan kami sambung esok pagi.
Proses diskusi ini memakan waktu satu Minggu lamanya, setiap pagi sebelum berangkat kerja sekitar jam 06:00 hingga jam 8:00 pagi saya mampir ke Masjid tsb & kami berdiskusi tentang Islam - Kristen.
Akhirnya setelah yakin seyakin-yakinnya, setelah mendapat penjelasan panjang lebar dari pak tua, dimana setiap penjelasan balik dari saya yang sangat ilahiyah & alkitabiah menurut saya, ternyata dinyatakan tidak berargumen & berdasar oleh bapak tua & beberapa Jemaah yang ikut hadir dalam diskusi pagi kami. Terutama setelah mengetahui bapak tua ternyata fasih & hapal beberapa bagian dari Alkitab, mengetahui sejarah Gereja & penulisan Alkitab yang beliau tunjukkan dengan dokumen-dokumen Kristen asli yang dia miliki yang menurut beliau pernah diberikan para penginjil sekitar 30 tahun yang lalu. Yang ketika saya baca saya terkejut karena pemaparan buku-buku para missionaries 30 tahun lalu itu, ternyata berbeda sekali dengan dokumen yang ada di Gereja sekarang yang
pernah saya pelajari.
Saya jadi ragu & bimbang kenapa literature agama yang dianggap sacral oleh umat kristiani itu bisa berubah setelah 30 tahun?. Terlebih setelah pak tua menunjukkan & memperbandingkan versi alkitab yang saya miliki (cetakan tahun 1990-an) yang mana diterbitkan oleh lembaga yang sama, kok bisa memiliki ! perbedaan & revisi disana-sini tanpa penjelasan diedisi baru bahwa telah dilakukan revisi. Yang ternyata revisi itu bukan hanya EYD (ejaan yg disempurnakan) atau tata bahasanya saja, akan tetapi juga merubah makna & arti ayat Alkitab itu sendiri.
Akhirnya saya yakin bahwa agama lama saya ini Kristen ternyata banyak kelemahannya & merupakan suatu kesalahan sejarah, Islamlah agama penutup & penggenap/pelengkap.
Yang menggembirakan saya adalah agama Islam itu ternyata juga menghargai & menghormati Tuhan Yesus sebagai Nabi Allah yang dimuliakan, mengakui keberadaan agama-agama terdahulu & kitab-kitab sucinya. Persamaan kisah & sejarah agama dalam Alkitab & Al-Quran yang lalu disempurnakan oleh wahyu Alloh kepada Nabi Muhammad dalam AlQuran, dimana semua ajaran Kristen yang dinyatakan menyimpang
itu dijelaskan dengan baik. Dimana penyimpangannya dan direposisi kembali ajaran wahyu ilahi itu secara benar dalam Islam.
Penjelasan pak tua dan jemaahnya itu tentu saja tdk saya percaya begitu saja, saya juga mengajak berdiskusi teman-teman sesama Gembala. Selama masa diskusi ini, tetapi jawaban rekan Gembala lain sungguh sangat menyakitkan & ketus sekali, bahkan ada yang bilang saya ini kena guna-guna dari bekas guru ngaji saya, berikut pembantu rumah dinas saya, juga pengaruh sihir yang tersembunyi didalam buku-buku Islam yang saya miliki. Beberapa rekan dari Gereja Pantekosta bahkan menawarkan jasa untuk melakukan upacara pengusiran roh Jahat Islam dirumah saya & akan mengurapi serta akan mensucikan buku-buku Islam yg saya miliki agar kekuatan sihirnya hilang. Sikap rekan-rekan Gembala ini terasa kontras & tdk sepadan dengan sikap pak tua & jemaahnya dimasjid yang sederhana itu. Saya merasa bersalah karena telah ikut dibesarkan & dibina oleh lingkungan agama yang sesat. Saya harus segera mengambil keputusan, setelah melalui berbagai pertimbangan yang matang, menimbang segala resikonya.
Akhirnya sudah mantap & sudah bulat tekad saya dan saya akan masuk Islam. Tanggal 21 January 2001, hari Minggu jam 10:00 pagi saya berikrar DUA KALIMAH SYAHADAT. "Asyhadu alla Ilaha Illalloh - Wa asy Hadu Anna Muhammadar Rasululloh" = "Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad itu utusan Alloh".
Setelah masuk Islam saya mengganti nama saya menjadi "Rachmad Hidayat". Saya tdk memakai nama keluarga lagi karena ketika saya mengabarkan kepada keluarga saya di Manado bahwa saya telah masuk Islam, mereka murka sekali,papa mengatakan tidak akan mengakui saya sebagai anaknya, Oma bahkan mengutuk saya melarat bersama para pendosa Islam dan mengatakan bahwa saya telah disihir oleh orang Islam.
Lalu saya juga memperoleh surat dari keluarga yang diberikan oleh mantan pembantu saya dirumah dinas, bahwa keluarga saya sekarang tdk mengakui saya lagi & menyatakan
mencabut hak waris dalam marga saya & saya tdk diperkenankan menyandang nama keluarga Tengker lagi. Bahkan dalam surat itu papa menyatakan jikalau saya akhirnya dianiaya atau dibunuh oleh pihak Gereja, maka mereka gembira karena itu merupakan sarana penebus dosa saya kepada tuhan Yesus. Naudzubillah!!.
Ya, Alloh maafkan keluarga saya ini,mereka berkata begini karena mereka tidak mengerti hakekat ketuhananya.
Sekarang saya ikut bimbingan Islam dirumah pak tua berpeci yang kemudian diketahui merupakan Ustadz & Imam masjid itu. Maaf demi keamanan kami, nama ustadz, alamat
Masjid, serta tempat kost saya rahasiakan, mohon maklum.
Sejak saya pindah dari rumah mewah berfasilitas lengkap plus mobil dll dikawasan elite darmo Satelit-Surabaya. Yang merupakan fasilitas buat saya dari Gereja, telah saya kembalikan ke Gereja, saya sekarang kost disebelah rumah pak tua sambil belajar agama Islam. Saya juga bekerja membantu usaha kecil-kecilan milik keluarga pak tua, mencetak surat undangan, kop surat dan setting komputer. Insya Alloh kalau ada modal (saya berencana bersama seorang anak pak tua ini untuk mengajukan kridit usaha kecil di BRI - Surabaya). Mau buka usaha percetakan yang lebih permanen. Saya sambil kerja dan belajar memperdalam agama Islam, pagi sampai sore, saya ada di studio kecil tempat saya bekerja, malamnya belajar Ilmu Agama & silat Tradisional.
Saya perlu belajar ilmu bela diri karena tak mungkin para pemuda kampung selalu mengawal saya. Saya mendengar dari bekas teman akrab di Gereja & Yayasan (namanya saya rahasiakan juga, demi keselamatan mereka) sangat solider dengan merahasiakan keberadaan saya, walau pihak gereja terus menerus mendesaknya. Mereka bercerita tentang usaha gereja untuk melaporkan ke Polisi Bahkan Memeja Hijaukan saya dengan tuduhan "Kasus pencurian Mobil, padahal semua orang di Gereja tau & banyak saksinya termasuk warga kampung tempat saya kost yang mengantar saya ketemu dengan pihak Gereja,waktu serah terima itu. Semua Inventaris gereja termasuk Mobil sudah saya kembalikan & ada tanda terimanya. Demikian juga urusan keuangan & kas Gereja Semua sudah clear dan pihak Gerejapun tahu, tapi entah mengapa mereka berusaha mengfitnah saya seperti ini?.
Tetapi saya tekadkan, bila betul pihak Gereja akan melaporkan saya ke Polisi, akan saya buka semua fakta & data yg saya miliki & mungkin pihak Gereja akan saya tuntut balik dengan tuntutan pencemaran nama baik, penghinaan dan percobaan penganiayaan.
Khusus masalah penganiayaan, saya bersama teman kerja di studio kecil kami, pernah beberapa kali hampir ditabrak sebuah mobil yang saya tahu persis itu milik siapa), dibeberapa tempat ketika saya sedang berboncengan naik sepeda motor, tetapi Alloh selalu melindungi hambanya yg telah bertaubat ini, sehingga upaya itu selalu gagal, selalu saja kami bisa menghindari atau ada orang yang menolong kami ketika upaya tabrak lari itu terjadi. Saya serahkan semuanya kepada Allah SWT., Tuhan kita semua, dialah Maha Tahu siapa yang benar dan siapa yang salah diantara hamba-hamba Nya.
Saya masih menunggu dusta hukum dari mereka sebab sementara ini mereka kehilangan jejak saya. Mungkin setelah membaca kisah kesaksian ini mereka akan semakin Gusar, & Marah kepada saya karena selain saya telah masuk Islam, saya juga telah dianggap membongkar beberapa rahasia penting Gereja yang selama ini selalu ditutupi dengan rapi, yang jangankan umat diluar Kristen, umat Kristiani sendiri banyak yang tdk tahu praktek-praktek tdk benar dalam beribadah yang saya utarakan diatas.
Saya berpesan kepada para sahabat setia saya di Gereja & Yayasan, supaya mereka memberi sedikit pengertian kepada pengurus Gereja untuk mengikhlaskan saya masuk Islam. Jangan mencari-cari saya, segala yang menyangkut masalah asset gereja yg pernah saya pegang sudah diselesaikan dengan baik. Juga agar tdk timbul konflik dengan warga
kampung atau umat Islam yang mengetahui kisah ini, sa! Ya takut ada pihak ketiga yang memanfaatkan kondisi ini untuk mengacau. Sebab masalah menyangkut agama itu sangat
sensitive & Riskan sekali.
Sekian penuturan saya, saya bahagia dalam keIslaman saya, walau hidup pas-pasan, saya sangat menyukainya karena tdk ada kepalsuan dalam Islam saya. Alhamdulillah, Alloh Maha Pengasih dan Penyayang. Allah telah memberi rizki kepada saya & keluarga pak Tua, order mulai banyak, walau nilai penghasilannya mungkin Cuma 10% dari nilai pendapatan saya dulu ketika masih di Gereja. Tapi saya sangat
mensyukurinya.
************************************************** *************************
Dikisahkan oleh: Rahmad Hidayat atau Paulus F Temgker (nama Kristennya),kisah ini dinyatakan oleh yang bersangkutan kepada M.Donny Stiawan, ketika kami berdiskusi masalah Kisah Kesaksian 4 mantan Gembala yg pernah diposting. Atas permintaan yg bersangkutan dengan alasan keamanan dirinya & orang-orang yang dekat dengannya, maka nama Masjid, alamat Masjid, nama persisnya Gereja tempat beliau dulu bekerja, tempat kost nya kami rahasiakan. Mohon ma'lum dan dimengerti. Diketik ulang sesuai dengan cerita Aslinya, pada tanggal 29 Oktober 2002..
Inilah sebuah kisah kesaksian dari seorang mantan Gembala Gereja & penginjil bernama Paulus F Tengker, yang bernama Islam Rahmad Hidayat, yang oleh saya (M.Donny Setiawan) dikutip & ditulis kembali.
Silahkan baca dengan penuh ketulusan atas pengakuan jujur, kisah mantan Gembala Gereja & penginjil ini, yang telah bertobat & menemukan kebenaran Ilahi.
Inilah Kisah Nyatanya :
Tadinya saya ragu untuk menulis kisah ini, karena takut terjebak dalam rasa & sifat riya, tetapi setelah membaca posting kisah kesasian 4 orang Gembala yang kembali ke agamanya masing-masing yang diposting lewat : yesus.net & kebenaran.net, ini merupakan sebuah pengungkapan jujur & berani atas praktek Rohani Gereja yang sebenarnya rahasia & tdk diketahui oleh banyak pihak termasuk oleh umat Kristiani sendiri.
Karena saya melihat ada! upaya penyangkalan kebenaran oleh kalangan-kalangan tertentu Umat Kristiani di forum diskusi agama tersebut. Demi tegaknya kebenaran & agar semakin banyak Domba-domba maupun Gembala-gembala kristus yang bisa menemukan jalan kebenaran Ilahi yang sesungguhnya, maka saya beranikan diri menulis dan menuturkan kisah sejati ini.
Saya berharap para Domba & Gembala Kristus yang membaca kisah ini dapat memahami dan menghayati pengalaman rohani saya ini, agar bisa menemukan kebenaran Ilahi yang sejati, Jalan Tuhan yang Benar dan tidak sesat.
Oleh karena itu demi penghargaan kepada umat Kristiani & Umat Islam, saya tidak mengutip satu ayatpun dari Al-kitab & Al-quran.
Kesaksian tersebut adalah betul-betul ungkapan hati dan Jiwa Saya. Saya seorang pria, dilahirkan di Manado 27 tahun yang lalu.
Nama saya Paulus F.Tengker, s! aya dilahirkan dalam tradisi keluarga penganut Kristen yang Fanatik. Ayah saya seorang Pendeta Gereja Pantekosta, kakak wanita tertua menikah dengan seorang penginjil Nehemia terkenal. Saya dididik untuk taat dalam beragama, menjadi Gembala Tuhan. Itulah sebabnya setamat SMA, saya melanjutkan kuliah ke sebuah Sekolah Misi Al-kitab yang berlokasi di Jl.Arjuno - Surabaya.
Kota Surabaya dipilih karena selain lebih dekat ke Manado, juga merupakan salah satu Kota dengan Umat Kristiani yang terkemuka.
Banyak Gereja berdiri megah di tengah Kota dan Pekabaran Gembira Cinta Kasih Tuhan yesus mendapat respon yang sangat baik dari Masyarakat Jawa Timur, yang mayoritas beragama Islam Fanatik. Selama Kuliah saya juga bekerja Part-time sebagai pelayan Tuhan di Gereja Nehema & Gereja Pantekosta di Indonesia Timur cabang Surabaya, saya
bekerja sebagai penyusun Kisah kesaksian dari hamba-hamba Islam yang bertobat masuk Kristen. Karena kebanyakan orang-orang itu adalah orang-orang dari desa, atau orang yang awam, beberapa diantaranya bahkan seperti sakit Jiwa, atau para pemakai Narkoba yang masih kecanduan berat, maka saya harus menuliskan kisah-kisah kesaksian yang hebat untuk mereka.
Saya biasa menulis cerita dengan tajuk : "Hamba Tuhan yang kembali, mantan seorang Kiyai masuk Kristen, Mantan Dosen IAIN masuk Kristen, dsb.
Kisah-kisah palsu karangan saya itu sangat sempurna sekali, bahkan hampir tak bercela, saya ahli mengutip Al-Qur-an & Hadist, saya juga tahu urutan pendidikan Islam dari mulai sekolah Islam, sampai pondok pesantren hingga IAIN. Saya juga sering ditugaskan untuk membuatkan dokumen asli tapi palsu; Ijazah palsu & foto-foto palsu, untuk meberikan kesan bahwa mereka itu dulunya benar-benar bekas tokoh-tokoh Islam walaupun sebenarnya Bukan.
Bahkan saya juga mengajari mereka membaca Al-quran yang akan dipakai menohok orang-orang Islam yang sedang kami injili & berusaha membantah Kami. Beberapa Kisah kesaksian yang sudah dibukukan, beberapa diantaranya merupakan hasil karangan saya.
Memang betul orang Islam yang murtad itu ada tetapi mereka tak sehebat kesaksiannya, jika disebut mantan ulama atau Mahasiswa IAIN, atau Guru Ngaji yang sekolah di Mesir,
maka sebenarnya mereka itu adalah para pengemis, gelandangan, bekas pecandu Narkoba, Wanita Nakal dan para preman tak beragama, orang desa yang ber KTP Islam, tapi berbudaya animisme didesa-desa pesisir selatan Jawa (misalnya; Sukabumi & Blitar).
Bahkan saya sering berjumpa Orang-orang Islam yang diBabtis itu ternyata seumur hidupnya hampir tdk pernah Shalat & mengetahui! ajaran Islam yang paling dasar, tetapi kami harus melaporkan keberhasilan ini dengan cara yang gemilang kepada para Jemaat yang telah berderma, maka kami merekayasa kisah kesaksian orang-orang lugu ini menjadi hebat & canggih. Tentu para Domba Gereja akan senang kalau mantan Ulama masuk Kristen, Walaupun yang sebenarnya Cuma bekas Gelandangan Buta huruf misalnya.
Saya jalani terus pekerjaan ini hingga tamat Kuliah & akhirnya saya dinobatkan menjadi Pendeta Muda. Karena keahliah saya ini terhitung langka, maka tugas ini tetap dipertahankan. Saya juga Rajin Membeli Tafsir Al-Quran, hadist, & buku-buku Islam untuk mencari kelemahan-kelemahannya,Gereja mendanai setiap apapun yang berhubungan dengan kerjaan saya.
Saya menemukan bahwa sikap saling beda pendapat, namun saling menghargai sebagai kelemahan Islam yang paling utama dalam pandangan Kristen. Bahkan saya juga pernah
berpura-pura mengaji & mengaku sebagai Islam dengan mengundang seorang Guru Ngaji kerumah Dinas saya, saya belajar ngaji hingga 1 tahun lebih & ustadz itu tak pernah menyadari sampai saya tamat belajar, bahwa saya sebenarnya seorang Kristen.
Berkat pengajaran beliau itu saya bahkan bisa ngaji & hal ini ternyata berguna sekali untuk saya sekarang ini, ketika kali ini saya dengan sesungguhnya belajar Islam.
Saya pun secara Part Time terkadang ikut misi penginjilan malam tertajuk Tuhan Berkabar di Malam Hari. Kami mendatangi tempat-tempat keremangan malam seantero kota Surabaya, kami wartakan Injil kepada para pekerja sex, ABG, wanita nakal, & kaum Gay.
Yang kami targetkan untuk dikristenkan biasanya adalah para pekerja sex independen, para pengunjung diskotik & kafe ya! ng menyambi, baik itu Gadis belia maupun para lelaki muda penjaja sex untuk kaum gay.
Setiap orang yang terpilih biasanya hasil seleksi & pengamatan yang teliti, tidak sembarangan orang kami jadikan target. Biasanya kami telah mengawasi mereka selama kurang lebih 1 hingga 3 bulan.
Para penginjil yang aktif disini tidak aktif dalam kegiatan Gereja apalagi memimpin kebaktian dan acara Rohani lain.
Sebab kami tak mau citra Gereja rusak dimata Umat yang kebetulan bertemu para penginjil ditempat keremangan malam tersebut. Juga para Penginjil itu tidak menggunakan seragam resmi, mereka berdandan seperti umumnya pengunjung diskotik & Kafe.
Selain itu para Penginjil Gembala Tuhan di malam hari juga aktif dalam jaringan pengedaran Narkoba, sebab inilah cara termudah menjerumuskan seorang Umat beragama lain dalam kes! esatan hidup lalu setelah mereka tersesat & butuh pertolongan, kamilah yang akan merangkul mereka. Apabila tidak terangkulpun kami sudah berhasil merusak sebagian dari generasi muda Islam yang sering ke diskotik atau kafe.
Mungkin para pembaca posting ini sudah membaca artikel panjang tentang jaringan Narkoba di Jakarta di harian Kompas edisi hari Minggu tgl 11 Mei 2001, disana diceritakan dengan gamblang betapa penyebaran & mafia narkoba sudah menyebar sangat pesat diJakarta & sulit diberantas.
Betapa aparat kepolisian, TNI, pengelola tempat hiburan malam, para pengunjung, & mafianya bekerja sama begitu rapi. Tapi ada yang kurang dari cerita itu & ini sangat sulit mereka telusuri, yaitu keterlibatan Gereja dalam Jaringan & Sindikat Narkoba.
Nerneda dengan para mafia & Bandar yg ingin mengeruk keuntungan materi,gereja terlibat semata untuk menjaring Domba Kristus baru & menyesatkan Generasi Muda Islam.
Jujur saja, kisah kesaksian bahwa para Gembala Tuhanpun banyak yang memakai Narkoba untuk menunjang performance mereka itu benar adanya. Narkoba itu digunakan agar para gembala Tuhan tampil percaya diri & kami sangat yakin bahwa kondisi fly & sakauw adalah kondisi dimana kami bisa kontak langsung dengan Roh kudus.
Kisah yang dituturkan 4 mantan gembala itu benar adanya. Saya pun tahu persis, karena selaku anggota tidak tetap penginjilan malam hari, sayalah yang memasok kebutuhan mereka, saya kenal banyak dengan para Bandar besar Narkoba di Surabaya. Bahkan beberapa para Bandar besar itu hádala jemaat Gereja yang taat, donasinya bahkan ada yang melebihi nilai persepuluhan mereka.
Selain menyumbang uang untuk penginji! lain, mereka juga menjual Narkoba dengan harga khusus kepada gereja untuk memasok kebutuhan para Gembala yg membutuhkan & untuk diedarkan guna merusak Generasi Muda Islam.
Saya juga terkadang juga memakai ectassy/ innex hanya saja saya pakai ketika menjamu para tamu Gembala Tuhan dari luar Kota. Kami pun biasa ketemu dan ngobrol-ngobrol dibeberapa pub malam terkenal, yang pasti dikunjungi para pelayan & gembala Tuhan bila berkunjung ke Surabaya.
Kami punya private number di Kowloon & Club Deluxe & To Ten. Saya pernah menemani pendeta terkenal seperti: KAM.Yusuf Ronny (yang mantan muballigh & tokoh Islam terkenal), Gilbert Lumoindang & Suradi ben Abraham di pub-pub tersebut.
Kami bahkan pernah melakukan pembabtisan pekerja sex di private room salah satu pub terkenal itu sambil tripping. Setelah itu kami datang dengan mereka, ! "mandi suci bersama" istilahnya. Kalau masalah skandal sekx antara Jemaat dengan Pendeta atau penyanyi Gereja & Gembalanya, saya tdk tahu persis, tapi yang saya tahu memang sewaktu menerima para gembala Tuhan mengunjungi Pub malam, pernah mereka diantaranya ditemani beberapa wanita yang dikatakannya sebagai Jemaat yang minta untuk diurapi secara khusus.
Selain itu saya juga aktif dalam pembinaan domba-domba baru yang kebanyakan berasal dari pedesaan & para pekerja malam, seperti diuraikan diawal kisah nyata ini.
Sayalah yang terkadang mengajari mereka tentang Islam, tetapi tentunya yang telah kami sortir bahwa ajaran Islam itu mengakui ketuhanan Yesus, misalnya. Saya juga mengajari mereka berakting untuk menunjang penampilan mereka diacara KKR atau kesaksian di Gereja. Jangan sampai mereka tdk hapal kisah nyata hasil! rekaan saya sendiri lalu melenceng ke kisah nyata mereka sendiri, yang kalau ketahuan bisa berakibat fatal bagi Gereja.
Khusus untuk KKR, kami melatih orang-orang untuk berpura-pura lumpuh,buta, bisu & berbagai penyakit lainnya lalu pura-pura disembuhkan para pengKhotbah & Jemaatpun akan histeris & percaya itu mu'jizat.
Kamipun harus menyiapkan upacara pemanggilan Roh kudus ditempat-tempat keramat & angker di Surabaya sebelum acara penyembuhan Ilahi dimulai. Terkadang ada jemaat yang diluar kendali & scenario betul-betul minta diurapi, biasanya kami akan segera menahan dia dengan mengatakan: maaf pendeta sibuk, dengan kedatangan umat yang luar biasa, lain kali saja!!!. Biasanya para penginjil malam lah yang bertugas untuk menahan orang-orang yang diluar scenario acara, kami tdk pernah melibatkan pemuda Gereja karena mereka diluar Gugus kendali komando kami.
Memang pengakuan 4 orang mantan Gembala itu terdengar spektakuler & sulit dipercaya, tetapi saya beritahukan kepada anda semua :
SEMUA PENGAKUAN MEREKA ITU JUJUR & BENAR ADANYA, SEMUA
PRAKTEK TERCELA ITU MEMANG DIJALANKAN TERUTAMA OLEH :
- Gereja BETHEL
- GEREJA BETHANY
- GEREJA NEHEMIA
- GEREJA SIDANG JEMAAT PANTEKOSTA
- GEREJA ABDIEL
Bagi umat Kristiani maupun para Gembala & pelayan Tuhan pun yang tdk pernah ikut kegiatan ini akan terkejut & sulit mempercayai kenyataan ini, tetapi saya beritahukan sekali lagi : SEMUA ITU BENAR TERJADI. Selain mantan gembala itu saya juga saksi hidup lainnya.
! Mengapa saya masuk Islam ???
Ketertarikan saya kepada Islam Bukan dari buku-buku yang saya baca, karena buku-buku itu tak pernah saya baca sepenuh hati & tdk sampai tuntas, saya hanya mencari poin-poin tertentu saja. Saya masuk Islam bukan setelah saya bertemu atau berdiskusi dengan orang Islam, karena saya selalu menganggap & diajarkan oleh Gereja bahwa orang-orang Islam itu Hina, bodoh, kotor, terbelakang, kasar, keji, penuh tipu muslihat & penuh dosa.
Ajaran Islam dinyatakan sebagai ajaran sesat & ummatnya kalau tidak kita hinakan harus kita Insafkan. Hal-hal inilah yang tertanam dalam benak saya sejak kecil hingga dewasa ini. Perlu semuanya ketahui bahwa ajaran kebencian kepada ajaran Islam umatnya ini merupakan pelajaran pokok yang diberikan kepada kader-kader umat Kristen sejak kecil.
Materi ini mulai disampaikan dipengajaran sekolah minggu ! & jika kita berminat menjadi penginjil atau gembala Tuhan, pelajaran ini akan semakin diperdalam.
Saya akhirnya masuk Islam justru setelah mengalami suatu mimpi luar biasa & Beberapa kejadian di keesokan harinya, yang akhirnya merubah jalan hidup saya menuju kebenaran
sejati. Bermula dari suatu Kamis malam/ Malam Jum'at tanggal 11 January 2001.
Saya bermimpi sedang berdo'a dihadapan gambar Tuhan Yesus disuatu Gereja yang sangat megah, lalu datanglah Tuhan Yesus menemui saya dengan senyumnya yang agung, saya bahagia sekali, ini adalah mukjizat bagi saya. Saya lalu memandangi Tuhan Yesus dari ujung kaki hingga ujung rambut, sungguh mirip sekali, bahkan lebih agung
dibanding foto & gambar Tuhan yesus yang saya miliki.
Tetapi sesaat kemudian datang menghampiri kami seorang pria berwajah Arab Palestina mirip orang Yahudi atau Israel, dia berkata "Kalian ini Siapa?". Saya jawab: "Saya seorang domba yang sedang bertemu Tuhannya!"
Dia bertanya lagi : "Mana tuhannya?"
Tuhan yesus yang datang pertama tadi menjawab: "Akulah Tuhan Yesus, Juru selamat Ummat manusia & Dunia, siapa engkau wahai pria Asing?" (Tanya tuhan yesus).
Pria Arab Palestina/Yahudi itu berkata: "Akulah Isa Al-masih dan Engkau bukanlah diriku". Saya menyela: "Wahai engkau orang Yahudi/Arab,Janganlah engkau berbuat begitu dihadapan Tuhanku!"
Pria Yahudi tadi berkata: "Kalau begitu buktikanlah bahwa kamu Yesus atau Isa Almasih yang sebenarnya!!".
Lalu tuhan Yesus (orang yg pertama datang di mimpi saya) memejamkan matanya & sungguh ajaib! Dari tangannya keluar mukjizat sinar api & dia menyemburkannya kepada pria Yahudi itu, pikir saya pria Yahudi tadi binasa karena berani menghina Tuha! n Yesus. Keajaiban keduapun terjadi, Pria Yahudi yang mengaku sebagai Isa Al-masih itu tak kurang suatu apapun & dia lalu tersenyum, kemudian api itu kembali/ membalik menyembur Tuhan Yesus, lalu Tuhan Yesus menjerit kesakitan & wujudnya tiba-tiba berubah. Kedua telinganya memanjang, dari mulutnya keluar Gigi taring & dari belakang
tubuhnya keluar Ekor, dan wajahnya pun berubah mengerikan!!, lalu salah satu tangannya mendadak memegang sebuah tombak seperti Garpu!!. "TUHAN YESUS YANG SAYA LIHAT DALAM MIMPI ITU BERUBAH MENJADI IBLIS!!!".
Sementara pria Yahudi itu lalu berdo'a dalam bahasa seperti bahasa orang Israel, Tuhan yesus yang telah berubah menjadi Iblis itu lari terbirit-birit. Lalu ada keajaiban lainnya yang terjadi, Gereja megah tempat saya berdo'a tiba-tiba menghilang, lalu berganti dengan pemandangan seperti disebuah padang pasir yang sangat tandus. Saya kaget dan tak percaya melihatnya, lalu dengan terbata-bata saya bertanya kepada pria Yahudi tadi:
"Siapakah engkau sebenarnya?", Pria itu menjawab: "Akulah Isa Al-Masih, hamba Alloh, rasul Nya yang ke-24, yang engkau beserta ummat-umat lainnya dinyatakan sebagai Tuhan Yesus".
Saya berkata: "Bukankah engkau telah mati dikayu Salib & telah berkorban demi menebus dosa umat manusia?". Nabi Isa Al-Masih menjawab: "Bukan seperti itu kejadiannya, engkau telah diperdaya oleh iblis & para pengikutnya yang telah berusaha mencelakakan ku tadi & sekarang dia sekarang telah terlihat wujud aslinya".
Saya berkata lagi: "Maksud tuan, iblis itu tadi.. selama ini..?". Nabi Isa Almasih Menyela: "Sudahlah, maukah engkau tahu kebenaran Ilahi yang sejati?".
Saya menjawab: "Jika itu ada, saya bersedia". Nabi Isa Al-Masih menjawab: "Tetapi untuk menemukan kebenaran sejati itu engkau harus berkorban banyak, engkau akan kehilangan pekerjaanmu, hidup miskin, kehilangan teman-temanmu, serta dibenci banyak orang?".
Saya menjawab : "emmmmmmm (Tak bisa berkata-kata)". Nabi Isa Al-masih Berkata: "Ketahuilah akulah Nabi Isa Al-Masih, sebagaimana yang telah aku katakan tadi suatu
saat nanti aku akan turun kembali ke muka bumi untuk meluruskan segalanya yang salah tentang aku. Janganlah engkau termasuk dalam golongan yang keliru itu, jika engkau ingin menemukan kebenaran sejati, engkau sebenarnya telah memiliki catatan-catatan kebenaran itu, tetapi engkau tak membacanya dengan pikiran & hatimu.Otakmu telah beku karena telah disesatkan. Oleh orang-orang yang diilhami oleh Iblis & para pengikutnya. Kalau engkau mau mencari kebenaran, engkau akan menemukan disuatu tempat, tepat esok hari dimana kamu ditempat itu mendapat suatu kesulitan".
Lalu pria yang mengaku sebagai Isal Al-Masih tadi mengucapkan salamnya orang Islam, kemudian pergi, sayapun lalu terbangun, dan hari telah pagi. Saya merenung, mimpi apa itu tadi?. Kesulitan apa yang akan saya alami hari ini?. Hari telah tiba kembali, rupanya ini hari Jum'at tanggal 12 January 2001. Saya berfikir itu hanya sebuah mimpi aja, saya lalu teringat cerita tahayul Jawa, kalau malam jum'at pasti setan-setan itu gentayangan, dan mungkin saya mengalami itu barangkali. Kemudian saya baca buku-buku Islam yang saya miliki, tiba-tiba saya merasa menemukan banyak hal yang selama ini tdk pernah saya baca. Betapa pikiran saya telah dibukakan, tapi saya belum yakin betul.
Ketika perjalanan menuju Kantor saya disekretariat Gereja, mendadak mobil saya mogok, tepat didepan sebuah Masjid dikawasan Jl.HR.Muhammad- Jl..Mayjen.Sungkono, Surabaya, sayapun kaget, kok bisa-bisanya mogok didepan sebuah masjid yang saya benci. Jangan-jangan mimpi itu betul?, akh saya pikir itu Cuma kebetulan saja, jangan percaya takhayul. Namanya mogok itu bisa terjadi kapan saja,pikir saya. Belum hilang chalet saya, tiba-tiba ada seorang pria menghardik saya & meminta dengan kasar dompet dan HP saya. Saya kaget, panik dan takut, lalu saya lari ke-arah Masjid & masuk kesana, minta tolong sama orang-orang disitu. Orang yang mau menodong sayapun berlari menghindari massa, rupanya waktu itu jam 11:30, mendekati jam nya Sholat Jum'at. Saya ada di suatu tempat, maksudnya Masjid kah?, pesan orang yahudi yang mengaku sebagai Nabi Isa Al-Masih dalam mimpi itu, saya bingung lalu saya tak sadarkan diri.
Ketika sadar, saya berada di sebuah ruangan di Masjid, rupanya ada seorang Bapak tua berpeci yang mengatakan kalau saya tadi pingsan, saya lalu berdiri, tiba-tiba hati saya ingin menangis, menjerit.. "Ya Tuhan...Engkau telah menunjukkan jalan bagiku". Pak tua itu kaget & bertanya: "Ada apa Nak?". Lalu saya menceritakan semua mimpi saya semalam & kejadian yang saya alami, juga siapa saya & apa pekerjaan saya, serta perbuatan-perbuatan saya dalam memerangi & memperdaya agama Islam beserta ummatnya. Bapak tua itu berkata: "Itu suatu petunjuk Tuhan Bagimu, boleh percaya apa tidak, saya bukanlah seorang ahli agama yang baik. Sekarang kamu teruskan perjalanan atau pulang".
Sayapun lalu pulang, menelpon gereja bahwa saya hari ini tidak enak badan,jadi nggak masuk kerja, tapi 3 jam kemudian, sekitar jam 16:00 sore, saya kembali lagi ke Masjid itu, lalu saya melihat ada pengajian, pak tua berpeci itu yang memimpinnya, saya beranikan diri untuk masuk & berkata:
"Pak tolong yakinkan saya!. Saya ingin mengetahui tentang agama Islam sebenarnya". Disaksikan para jemaah Masjid itu lalu kami berdiskusi panjang lebar hingga malam hari,
saya lalu pamitan pulang & mengatakan kepada pak tua bahwa diskusi ini belum selesai dan akan kami sambung esok pagi.
Proses diskusi ini memakan waktu satu Minggu lamanya, setiap pagi sebelum berangkat kerja sekitar jam 06:00 hingga jam 8:00 pagi saya mampir ke Masjid tsb & kami berdiskusi tentang Islam - Kristen.
Akhirnya setelah yakin seyakin-yakinnya, setelah mendapat penjelasan panjang lebar dari pak tua, dimana setiap penjelasan balik dari saya yang sangat ilahiyah & alkitabiah menurut saya, ternyata dinyatakan tidak berargumen & berdasar oleh bapak tua & beberapa Jemaah yang ikut hadir dalam diskusi pagi kami. Terutama setelah mengetahui bapak tua ternyata fasih & hapal beberapa bagian dari Alkitab, mengetahui sejarah Gereja & penulisan Alkitab yang beliau tunjukkan dengan dokumen-dokumen Kristen asli yang dia miliki yang menurut beliau pernah diberikan para penginjil sekitar 30 tahun yang lalu. Yang ketika saya baca saya terkejut karena pemaparan buku-buku para missionaries 30 tahun lalu itu, ternyata berbeda sekali dengan dokumen yang ada di Gereja sekarang yang
pernah saya pelajari.
Saya jadi ragu & bimbang kenapa literature agama yang dianggap sacral oleh umat kristiani itu bisa berubah setelah 30 tahun?. Terlebih setelah pak tua menunjukkan & memperbandingkan versi alkitab yang saya miliki (cetakan tahun 1990-an) yang mana diterbitkan oleh lembaga yang sama, kok bisa memiliki ! perbedaan & revisi disana-sini tanpa penjelasan diedisi baru bahwa telah dilakukan revisi. Yang ternyata revisi itu bukan hanya EYD (ejaan yg disempurnakan) atau tata bahasanya saja, akan tetapi juga merubah makna & arti ayat Alkitab itu sendiri.
Akhirnya saya yakin bahwa agama lama saya ini Kristen ternyata banyak kelemahannya & merupakan suatu kesalahan sejarah, Islamlah agama penutup & penggenap/pelengkap.
Yang menggembirakan saya adalah agama Islam itu ternyata juga menghargai & menghormati Tuhan Yesus sebagai Nabi Allah yang dimuliakan, mengakui keberadaan agama-agama terdahulu & kitab-kitab sucinya. Persamaan kisah & sejarah agama dalam Alkitab & Al-Quran yang lalu disempurnakan oleh wahyu Alloh kepada Nabi Muhammad dalam AlQuran, dimana semua ajaran Kristen yang dinyatakan menyimpang
itu dijelaskan dengan baik. Dimana penyimpangannya dan direposisi kembali ajaran wahyu ilahi itu secara benar dalam Islam.
Penjelasan pak tua dan jemaahnya itu tentu saja tdk saya percaya begitu saja, saya juga mengajak berdiskusi teman-teman sesama Gembala. Selama masa diskusi ini, tetapi jawaban rekan Gembala lain sungguh sangat menyakitkan & ketus sekali, bahkan ada yang bilang saya ini kena guna-guna dari bekas guru ngaji saya, berikut pembantu rumah dinas saya, juga pengaruh sihir yang tersembunyi didalam buku-buku Islam yang saya miliki. Beberapa rekan dari Gereja Pantekosta bahkan menawarkan jasa untuk melakukan upacara pengusiran roh Jahat Islam dirumah saya & akan mengurapi serta akan mensucikan buku-buku Islam yg saya miliki agar kekuatan sihirnya hilang. Sikap rekan-rekan Gembala ini terasa kontras & tdk sepadan dengan sikap pak tua & jemaahnya dimasjid yang sederhana itu. Saya merasa bersalah karena telah ikut dibesarkan & dibina oleh lingkungan agama yang sesat. Saya harus segera mengambil keputusan, setelah melalui berbagai pertimbangan yang matang, menimbang segala resikonya.
Akhirnya sudah mantap & sudah bulat tekad saya dan saya akan masuk Islam. Tanggal 21 January 2001, hari Minggu jam 10:00 pagi saya berikrar DUA KALIMAH SYAHADAT. "Asyhadu alla Ilaha Illalloh - Wa asy Hadu Anna Muhammadar Rasululloh" = "Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad itu utusan Alloh".
Setelah masuk Islam saya mengganti nama saya menjadi "Rachmad Hidayat". Saya tdk memakai nama keluarga lagi karena ketika saya mengabarkan kepada keluarga saya di Manado bahwa saya telah masuk Islam, mereka murka sekali,papa mengatakan tidak akan mengakui saya sebagai anaknya, Oma bahkan mengutuk saya melarat bersama para pendosa Islam dan mengatakan bahwa saya telah disihir oleh orang Islam.
Lalu saya juga memperoleh surat dari keluarga yang diberikan oleh mantan pembantu saya dirumah dinas, bahwa keluarga saya sekarang tdk mengakui saya lagi & menyatakan
mencabut hak waris dalam marga saya & saya tdk diperkenankan menyandang nama keluarga Tengker lagi. Bahkan dalam surat itu papa menyatakan jikalau saya akhirnya dianiaya atau dibunuh oleh pihak Gereja, maka mereka gembira karena itu merupakan sarana penebus dosa saya kepada tuhan Yesus. Naudzubillah!!.
Ya, Alloh maafkan keluarga saya ini,mereka berkata begini karena mereka tidak mengerti hakekat ketuhananya.
Sekarang saya ikut bimbingan Islam dirumah pak tua berpeci yang kemudian diketahui merupakan Ustadz & Imam masjid itu. Maaf demi keamanan kami, nama ustadz, alamat
Masjid, serta tempat kost saya rahasiakan, mohon maklum.
Sejak saya pindah dari rumah mewah berfasilitas lengkap plus mobil dll dikawasan elite darmo Satelit-Surabaya. Yang merupakan fasilitas buat saya dari Gereja, telah saya kembalikan ke Gereja, saya sekarang kost disebelah rumah pak tua sambil belajar agama Islam. Saya juga bekerja membantu usaha kecil-kecilan milik keluarga pak tua, mencetak surat undangan, kop surat dan setting komputer. Insya Alloh kalau ada modal (saya berencana bersama seorang anak pak tua ini untuk mengajukan kridit usaha kecil di BRI - Surabaya). Mau buka usaha percetakan yang lebih permanen. Saya sambil kerja dan belajar memperdalam agama Islam, pagi sampai sore, saya ada di studio kecil tempat saya bekerja, malamnya belajar Ilmu Agama & silat Tradisional.
Saya perlu belajar ilmu bela diri karena tak mungkin para pemuda kampung selalu mengawal saya. Saya mendengar dari bekas teman akrab di Gereja & Yayasan (namanya saya rahasiakan juga, demi keselamatan mereka) sangat solider dengan merahasiakan keberadaan saya, walau pihak gereja terus menerus mendesaknya. Mereka bercerita tentang usaha gereja untuk melaporkan ke Polisi Bahkan Memeja Hijaukan saya dengan tuduhan "Kasus pencurian Mobil, padahal semua orang di Gereja tau & banyak saksinya termasuk warga kampung tempat saya kost yang mengantar saya ketemu dengan pihak Gereja,waktu serah terima itu. Semua Inventaris gereja termasuk Mobil sudah saya kembalikan & ada tanda terimanya. Demikian juga urusan keuangan & kas Gereja Semua sudah clear dan pihak Gerejapun tahu, tapi entah mengapa mereka berusaha mengfitnah saya seperti ini?.
Tetapi saya tekadkan, bila betul pihak Gereja akan melaporkan saya ke Polisi, akan saya buka semua fakta & data yg saya miliki & mungkin pihak Gereja akan saya tuntut balik dengan tuntutan pencemaran nama baik, penghinaan dan percobaan penganiayaan.
Khusus masalah penganiayaan, saya bersama teman kerja di studio kecil kami, pernah beberapa kali hampir ditabrak sebuah mobil yang saya tahu persis itu milik siapa), dibeberapa tempat ketika saya sedang berboncengan naik sepeda motor, tetapi Alloh selalu melindungi hambanya yg telah bertaubat ini, sehingga upaya itu selalu gagal, selalu saja kami bisa menghindari atau ada orang yang menolong kami ketika upaya tabrak lari itu terjadi. Saya serahkan semuanya kepada Allah SWT., Tuhan kita semua, dialah Maha Tahu siapa yang benar dan siapa yang salah diantara hamba-hamba Nya.
Saya masih menunggu dusta hukum dari mereka sebab sementara ini mereka kehilangan jejak saya. Mungkin setelah membaca kisah kesaksian ini mereka akan semakin Gusar, & Marah kepada saya karena selain saya telah masuk Islam, saya juga telah dianggap membongkar beberapa rahasia penting Gereja yang selama ini selalu ditutupi dengan rapi, yang jangankan umat diluar Kristen, umat Kristiani sendiri banyak yang tdk tahu praktek-praktek tdk benar dalam beribadah yang saya utarakan diatas.
Saya berpesan kepada para sahabat setia saya di Gereja & Yayasan, supaya mereka memberi sedikit pengertian kepada pengurus Gereja untuk mengikhlaskan saya masuk Islam. Jangan mencari-cari saya, segala yang menyangkut masalah asset gereja yg pernah saya pegang sudah diselesaikan dengan baik. Juga agar tdk timbul konflik dengan warga
kampung atau umat Islam yang mengetahui kisah ini, sa! Ya takut ada pihak ketiga yang memanfaatkan kondisi ini untuk mengacau. Sebab masalah menyangkut agama itu sangat
sensitive & Riskan sekali.
Sekian penuturan saya, saya bahagia dalam keIslaman saya, walau hidup pas-pasan, saya sangat menyukainya karena tdk ada kepalsuan dalam Islam saya. Alhamdulillah, Alloh Maha Pengasih dan Penyayang. Allah telah memberi rizki kepada saya & keluarga pak Tua, order mulai banyak, walau nilai penghasilannya mungkin Cuma 10% dari nilai pendapatan saya dulu ketika masih di Gereja. Tapi saya sangat
mensyukurinya.
************************************************** *************************
Dikisahkan oleh: Rahmad Hidayat atau Paulus F Temgker (nama Kristennya),kisah ini dinyatakan oleh yang bersangkutan kepada M.Donny Stiawan, ketika kami berdiskusi masalah Kisah Kesaksian 4 mantan Gembala yg pernah diposting. Atas permintaan yg bersangkutan dengan alasan keamanan dirinya & orang-orang yang dekat dengannya, maka nama Masjid, alamat Masjid, nama persisnya Gereja tempat beliau dulu bekerja, tempat kost nya kami rahasiakan. Mohon ma'lum dan dimengerti. Diketik ulang sesuai dengan cerita Aslinya, pada tanggal 29 Oktober 2002..
Langganan:
Postingan (Atom)
